Pesepak bola Persija Jakarta Hanif Sjahbandi (kiri) dan Rio Fahmi (kanan) berusaha menghentikan laju dari dengan Pesepak bola Persebaya Surabaya Bruno Moreira (tengah). (ANTARA)
JawaPos.com - Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) memahami keputusan penambahan jumlah pemain asing di kompetisi strata teratas.
Namun, mereka mengingatkan dampaknya bagi para penggawa lokal. Terutama pada terbatasnya jam terbang mengingat dilingkup domestik hanya ada satu kompetisi, yakni Liga 1 yang
bakal berganti nama menjadi BRI Super League musim depan
"Dari survei yang kami lakukan, mayoritas pemain Liga 1 merasa keberatan dengan adanya regulasi tersebut," kata Presiden APPI Andritany Ardhiyasa, (8/7).
PT Liga Indonesia Baru, operator kompetisi, yang mengklaim mendapat restu dari PSSI dan semua klub Liga 1, mengumumkan pada Senin (7/7) bahwa musim depan tiap klub boleh merekrut sampai 11 pemain asing. Namun, yang dimainkan hanya delapan penggawa. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya.
Menurut Andritany, pihaknya memahami kalau penambahan jumlah pemain asing dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas kompetisi. Tapi, yang dipertanyakan adalah kesempatan bagi pemain lokal untuk ikut berkompetisi yang makin berkurang.
Kiper Persija Jakarta itu menyatakan, berdasarkan statistik, jika setiap klub Liga 1 yang berjumlah 18 tim memaksimalkan kuota 11 pemain asing, ada 198 penggawa lokal yang akan kehilangan pekerjaan atau pindah ke Liga 2 yang, sampai dengan kemarin, belum ditentukan berapa kuota pemain asingnya.
Artinya pula, akan ada 198 pemain Liga 2 yang kehilangan pekerjaan atau beralih menjadi pemain amatir di Liga 3. "Kami sangat menyayangkan bahwa regulasi yang akan secara langsung berimbas terhadap kehidupan para pemain diambil tapa adanva komunikasi dan diskusi terlebih dahulu dengan para pemain," bebernya.
Jika bicara persaingan, Andritany hanya berharap persaingan dimulai secara adil. Dimulai dari fasilitas, infrastruktur, dan ekosistem yang berkualitas seperti negara-negara yang industri sepak bolanva telah berialan dengan baik.
"Kami sangat berharap regulasi in dapat ditinjau kembali, sesuai dengan situasi sepak bola nasional saat ini," ucapnya.
Baca Juga: Gawat! Koko Ari Araya dan Rachmat Irianto Masih Cedera, Tidak Dibawa Persebaya Surabaya ke Australia
Tak Permasalahkan

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
