
Bruno Moreira saat berduel dengan Gali Freitas di laga Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang. (Media PSIS)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusannya menatap Liga 1 musim 2025/2026 dengan melakukan perombakan besar-besaran di berbagai lini. Setelah finis di posisi ke-4 pada musim lalu dengan raihan 56 poin—hasil dari 15 kemenangan, 11 hasil imbang, dan 8 kekalahan dari 34 pertandingan—Green Force langsung tancap gas membenahi tim untuk tampil lebih kompetitif.
Terbaru, Persebaya Surabaya mengumumkan kedatangan eks pemain PSIS Semarang asal Timor Leste, Gali Freitas. Pengumuman itu sepaket dengan berlanjutnya kerja sama dengan kakak Marselino Ferdinan, Oktafianus Fernando, yang akan melanjutkan perjalanannya bersama tim.
"Gali da Costa Freitas wes teko Rek Siap latihan perdana besok Senin di GBT Oktafianus Fernando juga akan terus berjuang bersama Persebaya," tulis Persebaya dalam pengumuman resminya.
Kedatangan Gali Freitas menjadi salah satu rekrutan menarik mengingat pengalamannya bermain di Liga 1 bersama PSIS Semarang. Pemain asal Timor Leste ini diharapkan dapat memberikan alternatif segar di lini depan Green Force.
Rekrutan Besar Lainnya
Sebelum meresmikan kedatangan Gali Freitas, sejumlah nama besar telah resmi bergabung ke skuad Persebaya Surabaya musim ini. Pergerakan di bursa transfer menunjukkan ambisi serius manajemen untuk meningkatkan kualitas tim.
Risto Mitrevski, eks pemain Dewa United, menjadi salah satu rekrutan paling menarik perhatian. Pemain yang memiliki pengalaman bermain di berbagai kompetisi ini diharapkan dapat memberikan kekuatan tambahan di lini tengah.
Koko Ari, yang sebelumnya memperkuat Madura United, juga resmi bergabung dengan Green Force. Perpindahan ini cukup menarik mengingat rivalitas kedua tim dalam persaingan Liga 1.
Rekrutan yang paling mencuri perhatian adalah kembalinya Rachmat Irianto ke Persebaya setelah sebelumnya memperkuat Persib Bandung. Kepulangan gelandang andalan Timnas Indonesia ini tentu menjadi kabar gembira bagi para suporter Green Force yang sudah lama merindukan sosok ‘Si Anak Hilang’ kembali bermain di Gelora Bung Tomo.
Revolusi Kepelatihan: Eduardo Pérez Morán Memimpin
Perombakan besar tidak hanya terjadi di sektor pemain, tetapi juga di kepelatihan. Eduardo Pérez Morán ditunjuk sebagai pelatih kepala anyar menggantikan Paul Munster yang kini kembali menangani Bhayangkara FC.
Eduardo Pérez bukan nama asing di kancah sepak bola Indonesia. Trackrecord yang dimilikinya cukup mengesankan, dimulai dari menjadi pelatih kiper Timnas U-23 (2017–2018), lalu menjabat sebagai asisten pelatih Persija Jakarta (2019), dan pernah menjadi pelatih kepala PSS Sleman (2020).
Pengalaman luas di sepak bola Indonesia menjadi modal berharga bagi Eduardo Pérez dalam memahami karakteristik Liga 1 dan budaya sepak bola lokal.
Tim Pelatih yang Mentereng
Eduardo Pérez tidak akan bekerja sendirian dalam misinya membawa Persebaya ke level yang lebih tinggi. Ia akan dibantu oleh jajaran staf pelatih baru yang cukup mentereng dan berpengalaman.
Shin Sang-gyu hadir sebagai asisten pelatih dengan membawa pengalaman sebagai pelatih fisik Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan aspek fisik dan kondisi pemain Green Force.
Uston Nawawi, legenda Persebaya, dipercaya sebagai asisten pelatih. Kehadiran sosok yang sangat memahami karakter dan kultur Green Force ini menjadi tambahan energi tersendiri. Uston dikenal sebagai figur yang sangat memahami DNA Persebaya, baik sebagai mantan pemain maupun pelatih.
Melengkapi tim pelatih adalah Felipe Americo Martins Goncalves sebagai pelatih kiper. Felipe sudah malang melintang sebagai pelatih kiper di berbagai klub Liga 1 seperti Borneo FC, Arema FC, RANS FC, dan Persita Tangerang. Pengalamannya yang luas diharapkan dapat mengoptimalkan performa para penjaga gawang Persebaya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
