
Pelatih kiper Persebaya, Felipe Americo Martins mengaku sudah menjadi juru taktik penjaga gawang sejak usia 20 tahunan saat masih di Brasil. (Instagram Felipe Americo)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya turut merombak juga pelatih kiper saat resmi mengontrak Eduardo Perez sebagai juru taktik baru. Posisi yang sebelumnya dijabat oleh Benjamin van Breukelen, kini beralih kepada Felipe Americo Martins.
Mungkin banyak yang belum mengenal Felipe Americo Martins, apalagi pelatih kiper Persebaya sejauh ini identik dengan Benjamin van Breukelen.
Kini, dengan adanya pergantian pelatih kiper, diharapkan para penjaga gawang Green Force bisa tampil lebih tangguh musim depan.
Ada kisah agak sedih dibalik keputusan Felipe Americo memilih profesi sebagai pelatih kiper. Dalam pengakuannya pada sebuah wawancara, ia sebenarnya memiliki keinginan menjadi kiper.
"Saat masih di Brasil, sejak kecil saya suka menjadi kiper saat main sepak bola, dan ingin menjadi kiper profesional. Tetapi karena di Brasil untuk menjadi kiper harus memiliki postur tinggi, sedangkan postur saya kurang tinggi, akhirnya saya harus mengubur impian saya itu," ungkap Felipe pada akun YouTube Tiento Indonesia.
Meskipun begitu, ia tetap mengejar karir profesional pada hal-hal yang masih berkaitan dengan kiper, yaitu menjadi pelatih penjaga gawang, bahkan sejak muda.
"Saat masih di Brasil juga, ketika berusia sekitar 20 tahun, karena gagal menjadi penjaga gawang, maka aku meniti karir dengan bekerja sebagai pelatih kiper," imbuhnya.
Kini, di usianya yang sudah 40 tahun, pengalamannya sebagai pelatih kiper tentu sudah cukup banyak. Ia pun membeberkan apa saja syarat untuk menjadi penjaga gawang handal.
"Harus memiliki kondisi fisik yang bagus dan kuat, rutin berlatih setiap hari, pandai membaca pertandingan, lalu pandai menempatkan posisi," terangnya.
Ia juga membeberkan tantangan sebagai penjaga gawang, yaitu antisipasi tendangan-tendangan jarak jauh, apalagi oleh pemain-pemain yang memiliki kekuatan dan akurasi tendangan bagus.
"(Tantangannya) mengantisipasi tendangan jarak jauh dan juga umpan crossing. Lalu yang tak kalah penting adalah memiliki kemampuan passing jarak jauh kepada rekan setim," jelasnya lagi.
Ia juga menilai Indonesia banyak memiliki kiper yang bagus secara kualitas. Beberapa nama yang ia sebutkan antara lain Teja Paku Alam dan Nadeo Argawinata. Dan musim depan ia akan menangani salah satu kiper nasional terbaik, yaitu Ernando Ari.
Pelatih kelahiran Brasil ini memang gagal menjadi kiper, tetapi ia cukup sukses berkarir sebagai pelatih penjaga gawang. Ia pun berpesan pada para pemain muda, khususnya yang berposisi sebagai kiper agar menerapkan tiga hal ini.
"Untuk pemain muda, kalian harus fokus, kerja keras, dan berani mengejar mimpi. Kalau kalian bisa menjalankan tiga hal itu, kalian bisa menjadi pemain sepak bola yang sukses," ujarnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
