Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Juni 2025 | 19.56 WIB

Mengenang Debut Indah Bocah Ajaib Marselino Ferdinan di Persebaya Surabaya Bersama Aji Santoso

Marselino Ferdinan saat membela Persebaya Surabaya. (Media Persebaya) - Image

Marselino Ferdinan saat membela Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Momen debut Marselino Ferdinan bersama Persebaya Surabaya tak akan pernah dilupakan pecinta sepak bola Tanah Air. Di bawah asuhan tangan dingin Aji Santoso, pemain muda ini mengukir cerita emosional yang kini jadi fondasi kariernya bersama Timnas Indonesia.

Marselino mencuri perhatian saat tampil perdana melawan Arema FC dalam laga sarat gengsi yang digelar di Bali pada tahun 2022. Pertandingan itu menjadi titik balik yang membawa namanya melambung dan menegaskan potensinya sebagai bintang masa depan.

Di balik debut gemilang tersebut, tersimpan keputusan besar dari Aji Santoso yang saat itu menjabat sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya. Dalam tayangan Bincang Bareng Bung Binder yang tayang di YouTube pada November 2024, Aji membagikan cerita di balik keberanian memberikan debut pada Marselino.

Menurut Aji, pemilihan pemain dalam skuad Green Force tidak ditentukan oleh usia atau pengalaman. Baginya, yang paling utama adalah kualitas pemain saat menjalani sesi persiapan.

Marselino saat itu masih sangat muda dan belum banyak dikenal publik sepak bola nasional. Namun, Aji melihat potensi besar dalam diri Marselino saat tim menjalani latihan di Bali dalam sistem bubble karena pandemi Covid-19.

“Saya memasang pemain bukan berdasarkan dia punya pengalaman atau tidak, dia usianya udah cukup atau tidak, tetapi yang saya lihat adalah kualitas ketika kamu (pemain) dalam persiapan,” ujar Aji mengingat momen itu.

Pelatih asal Kepanjen ini memutuskan untuk memberi kesempatan kepada Marselino meskipun belum berstatus sebagai pemain inti.

Pada awalnya, Marselino tidak langsung diturunkan sebagai starter untuk menjaga mentalnya agar tidak terbebani. Aji paham betul tekanan berlebihan bisa menghambat perkembangan pemain muda.

Namun, momen emas itu akhirnya datang saat Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC, rival abadi di kancah Liga Indonesia. Aji memberikan instruksi terakhir penuh makna yang akan selamanya melekat dalam memori Marselino.

“Di persiapan itulah, Marselino menunjukkan peningkatan yang bagus dan signifikan. Saya masih inget di Bali waktu itu tahun 2022, karena pertandingannya disentralisasi (bubble) di sana,” kenang Aji dengan bangga.

“Waktu itu Marselino belum sebagai pemain starter, saya simpen dulu, karena itu lagi, kalau kita salah treatment, bisa rusak mentalnya anak ini.”

"Saya masih inget di Bali, waktu lawan Arema, kira-kira dia masuk menit ke-65 atau ke-70an, sebelum masuk saya bicara sama dia, ‘Marsel, ini kesempatan kamu. Pemain sepak bola itu cuman satu, menunggu kesempatan, ketika kesempatan itu datang, kamu harus jawab kepercayaan pelatih dengan penampilan kamu.”

Marselino masuk sekitar menit ke-65 hingga ke-70 dan langsung memberi dampak luar biasa. Ia mencetak gol spektakuler dari jarak 35 meter yang menghantam mistar sebelum memantul keluar.

Selebrasinya pun penuh emosi, berlari dari tengah lapangan sambil menangis karena tak kuasa menahan haru. Itu adalah debut yang sempurna bagi seorang pemain muda yang baru menginjak panggung profesional.

Sejak saat itu, Marselino terus dipercaya menjadi bagian utama Persebaya Surabaya dan kerap menjadi pembeda dalam pertandingan. Gol debutnya menjadi awal dari rentetan kontribusi penting bagi Green Force.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore