
Ketua Umum PP The Jakmania, Diky Soemarno menanggapi prestasi Persib Bandung back to back juara Liga 1. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum PP The Jakmania, Diky Soemarno memberikan tanggapannya perihal keberhasilan Persib Bandung back to back juara Liga 1 sebagai suatu hal yang luar biasa. Ia menilai pencapaian klub rival Persija Jakarta itu standar, kecuali Pangeran Biru bisa hattrick juara.
Persib Bandung telah memastikan gelar juara Liga 1 Indonesia 2024/2025 sejak 5 Mei 2025. Capaian itu terasa istimewa karena kompetisi musim ini masih menyisakan tiga pertandingan.
Selain itu, kesuksesan tersebut juga berarti membuat Persib Bandung mencatatkan tig sejarah baru. Pertama adalah untuk pertama kalinya Pangeran Biru berhasil meraih back to back juara.
Persib sebelumnya keluar sebagai juara Liga 1 2023/2024. Walaupun hanya menjadi runner-up fase reguler, Pangeran Biru sukses menjuarai kompetisi musim lalu usai mengalahkan Madura United FC di final.
Selain itu, Liga 1 2024/2025 juga jadi musim pertama Persib Bandung menjuarai kompetisi sejak era Liga Indonesia. Tiga gelar Pangeran Biru sebelumnya memang selalu diraih dengan fase championship atau final.
Serta sejarah terakhir yang ditorehkan Persib adalah mereka bakal menerima trofi di Kota Bandung. Pangeran Biru dijadwalkan angkat piala pada 24 Mei 2025 usai melawan Persis Solo.
Meski mencatatkan sejumlah sejarah baru, pencapaian Persib Bandung, khususnya dalam hal back to back juara Liga 1, tak dianggap istimewa. Pandangan itu berasal dari Ketua Umum PP The Jakmania, Diky Soemarno.
Diky menilai back to back juara Liga 1 sebelumnya sudah pernah ditorehkan oleh Bali United FC. Yakni pada musim 2019 dan 2021/2022. Musim 2020 ditiadakan karena pandemi Covid-19.
"Yang pertama back to back back to back bagi saya mungkin ini bukan hal yang luar biasa ya karena sudah pernah dilakukan oleh Bali United. Jadi ya itu standar," kata Diky Soemarno ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/5).
Menurut Diky, Persib Bandung baru bisa dikatakan luar biasa jika mereka berhasil mempertahankan gelarnya lagi musim depan. Sehingga Pangeran Biru mencetak sejarah sebagai tim Indonesia pertama yang juara tiga musim berturut-turut.
"Kecuali mungkin nanti hattrick. Kalau hattrick mungkin itu baru ada di Indonesia gitu loh," jelas Diky Soemarno.
Di satu sisi, Diky tak menampik bahwa manajemen Persib sekarang lebih baik dari Persija Jakarta. "Apakah manajemen Persib lebih bagus dari Persija? Kalau patokannya prestasi, iya," ucapnya.
Bahkan untuk urusan suporter pun, Diky mengaku cukup kagum dengan betapa solidnya Bobotoh dalam mendukung Persib Bandung. Meski sempat berkonflik pada awal-awal musim dengan manajemen, mereka kini mulai memenuhi stadion lagi.
"Kalau kita lihat misalkan dari jumlah penonton atau dari hal-hal lain ya memang musim lalu kan memang Persib di awal-awal kan ada sempat ada konflik lah antara penonton dengan manajemennya," terang Diky.
"Tapi dengan beriringnya prestasi, maka ya akhirnya balik ke sendiri gitu. Makanya itu sebuah hal yang saya cukup kagumi juga dan salut ke temen-temen suporter Bandung adalah mereka akhirnya kembali ke tribun untuk meramaikan stadion itu," pungkasnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
