Pelatih Kepala Persis Solo Ong Kim Swee (ANTARA/Dokumentasi pribadi)
JawaPos.com - Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, membagikan pandangannya mengenai persaingan di Liga 1 Indonesia, terutama setelah timnya meraih kemenangan atas PSBS Biak pada pekan ke-32, Minggu (11/5/2025). Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, pelatih asal Malaysia itu menyebut bahwa secara gaya bermain, Liga 1 Indonesia dan Liga Super Malaysia memiliki banyak kemiripan. Namun, ia menilai ada perbedaan mencolok dalam soal intensitas dan daya saing antartim.
“Kalau dilihat dari sisi permainan, Liga Indonesia dan Malaysia sebenarnya tidak jauh berbeda,” ujar Ong. “Namun, Indonesia punya lebih banyak klub di liga utama. Di Malaysia hanya ada 13 tim di Liga Super, sedangkan Liga 1 Indonesia dihuni oleh 18 tim.”
Menurut Ong, jumlah tim yang lebih banyak otomatis menciptakan dinamika kompetisi yang lebih tinggi. Ia menilai bahwa di Liga 1, tidak ada pertandingan yang bisa dianggap mudah, karena tim-tim papan bawah kerap menyulitkan klub besar. “Di sini, tim-tim peringkat bawah sering memberikan kejutan. Itu membuat setiap pertandingan jadi lebih menantang,” katanya.
Pernyataan Ong Kim Swee ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa musim terakhir, Liga 1 memang menunjukkan tren kompetitif yang tinggi. Musim ini misalnya, tim-tim seperti PSBS Biak atau Malut United mampu mencuri poin dari klub-klub mapan seperti Arema FC dan Persebaya. Bahkan, beberapa tim yang sebelumnya berada di zona degradasi sempat menahan imbang tim papan atas seperti Borneo FC dan Madura United.
Selain itu, atmosfer kompetisi di Indonesia dinilai lebih meriah karena dukungan suporter yang sangat kuat. Stadion-stadion di berbagai kota hampir selalu dipenuhi oleh penonton, memberikan tekanan psikologis tambahan bagi tim tamu. “Dukungan fans di sini luar biasa. Itu juga jadi salah satu faktor yang membentuk karakter permainan yang lebih emosional dan penuh determinasi,” ungkap Ong.
Sejak bergabung dengan Persis Solo, Ong Kim Swee telah mendampingi tim dalam 21 pertandingan dan membawa perubahan signifikan. Tim yang sempat terseok di awal musim kini mulai stabil, dan ia dianggap sukses membentuk sistem permainan yang lebih rapi. Meski demikian, ia menyadari bahwa tantangan utama di Liga 1 adalah menjaga konsistensi, karena setiap tim memiliki potensi untuk merepotkan lawan.
Ong juga menyampaikan bahwa keberagaman gaya bermain di Liga 1 memberi pengalaman berbeda dibanding kompetisi di Malaysia. “Di Indonesia, pendekatan setiap tim bisa sangat bervariasi, tergantung pelatih dan materi pemain. Ini membuat persiapan pertandingan jadi lebih kompleks,” ucapnya.
Komentar Ong Kim Swee menambah perspektif penting dalam diskusi soal profesionalisasi sepak bola Asia Tenggara. Di saat Indonesia sedang menghadapi tantangan dari sisi finansial dan tata kelola klub, daya saing kompetitif di lapangan justru meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pemain dan pelatih di Indonesia memiliki potensi besar, hanya perlu didukung oleh sistem manajerial yang lebih solid.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
