Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 16.21 WIB

Aremania Utas Minta Polisi Usut Pelemparan Batu terhadap Bus Persik Kediri di Kanjuruhan, Janji Tak Akan Bela Jika Aremania Terbukti sebagai Pelaku

Kondisi bus yang ditumpangi skuad Persik Kerdiri pasca dilempari oleh oknum suporter Arema FC. - Image

Kondisi bus yang ditumpangi skuad Persik Kerdiri pasca dilempari oleh oknum suporter Arema FC.

JawaPos.com - Kelompok suporter Aremania Utas mengutuk keras insiden pelemparan batu terhadap bus Persik Kediri.

Mereka meminta aparat mengusut kasus tersebut dan berjanji tak memberikan pembelaan jika pelaku dari kejadian itu adalah anggotanya.

Insiden pelemparan batu terhadap bus Persik Kediri terjadi usai duel melawan Arema FC. Tepatnya saat kendaraan yang membawa rombongan Macan Putih hendak meninggalkan Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/5) malam.

Batu menghujani bus Persik Kediri yang diduga berasal dari oknum suporter tuan rumah. Mereka kecewa karena Macan Putih membuat Arema FC menelan kekalahan telak 0-3 di kandangnya sendiri.

Akibatnya, kaca bus Persik Kediri ada yang pecah. Batu pun masuk ke dalam bus, bahkan sampai melukai anggota tim Macan Putih.

Setidaknya ada dua orang yang jadi korban, yakni pelatih Persik, Divaldo Alves dan asistennya Antonio Claudio.

Kejadian ini pun menuai sorotan. Pasalnya, ini merupakan pertandingan perdana yang digelar di Stadion Kanjuruhan, sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Namun nyatanya, laga pembuka di Stadion Kanjuruhan baru malah ternodai insiden pelemparan batu oleh oknum yang diduga suporter tuan rumah.

Pihak Arema FC sudah buka suara dan menyampaikan permohonan maaf kepada kubu Persik Kediri. Begitu pula dengan suporternya, Aremania Utas yang mengutuk keras insiden tersebut.

"Kami, organisasi AREMANIA UTAS, mengutuk keras aksi pelemparan terhadap bus official Persik Kediri," tulis akun Satuaremania dalam Instagramnya, dipetik Senin (12/5).

"Tindakan seperti ini tidak bisa dibenarkan dalam bentuk apa pun. Sepak bola seharusnya jadi ajang persatuan, dan sportivitas, bukan permusuhan apalagi kekerasan," tambahnya.

Organisasi yang dipimpin oleh eks manajer Arema FC, Ali Rifki itu meminta petugas kepolisian dan aparat hukum untuk mengusut kasus pelemparan batu terhadap bus Persik Kediri. Aremania Utas berharap pelaku segera ditemukan.

"Kami meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku, siapa pun dia. Jika terbukti pelakunya mengaku sebagai AREMANIA, kami tidak akan membela. Aksi seperti itu bukan cerminan AREMANIA sejati," jelas Aremania Utas.

Lebih lanjut, kelompok suporter Arema FC itu menyampaikan permohonan maaf kepada Persik Kediri dan juga suporternya. Aremania Utas berharap ini jadi insiden yang terakhir terjadi.

"Kepada pemain, official, dan suporter Persik Kediri, kami memohon maaf atas kejadian ini. Kami berharap ini menjadi yang terakhir, dan semua pihak bisa terus menjaga keamanan dan persaudaraan dalam sepak bola Indonesia. Sepak bola tanpa kekerasan," tutupnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore