Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 01.38 WIB

Persib Bandung Back to Back Juara Liga 1, Eks Persebaya Surabaya Rachmat Irianto Samai Raihan Trofi Bejo Sugiantoro

Rachmat Irianto ketika bersama mendiang legenda Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro. (Dok. Media Persib) - Image

Rachmat Irianto ketika bersama mendiang legenda Persebaya Surabaya Bejo Sugiantoro. (Dok. Media Persib)

JawaPos.com - Persib Bandung mencetak sejarah baru di Liga 1 Indonesia setelah memastikan gelar juara musim 2024/2025. Keberhasilan ini tercapai setelah pertandingan antara Persik Kediri dan Persebaya Surabaya berakhir dengan skor imbang 3-3 pada Senin (5/5/2025). Hasil tersebut membuat Persebaya tidak lagi memiliki peluang untuk mengejar poin Persib, meskipun masih ada tiga pertandingan tersisa.

Pertandingan di Stadion Brawijaya, Kediri, berlangsung seru. Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gol Bruno Moreira pada menit ke-34, namun Persik segera menyamakan kedudukan berkat gol Ramiro Fergonzi di menit ke-38. Persebaya kembali memimpin lewat aksi individu Flavio Silva, namun Persik membalas melalui gol tendangan bebas Ze Valente yang membentur pagar hidup dan mengecoh kiper Persebaya. Pada akhirnya, Fergonzi mencetak gol kedua di menit-menit akhir pertandingan, membuat skor akhir 3-3.

Dengan hasil ini, Persib mengunci gelar juara Liga 1 dengan koleksi 64 poin, yang tidak dapat lagi terkejar oleh tim lain. Gelar ini membuat Persib mengikuti jejak Bali United yang pernah meraih gelar Liga 1 dua kali berturut-turut, pada musim 2019 dan 2021/2022, meskipun musim 2020 dihentikan karena pandemi.

Keberhasilan Persib kali ini tercatat sebagai gelar juara Liga 1 dalam format penuh satu musim, berbeda dengan dua gelar sebelumnya yang diraih melalui sistem wilayah (2014) dan skema championship series (2023/2024). Keunikan lainnya adalah bahwa kali ini Persib meraih gelar juara di Kota Bandung, berbeda dengan edisi sebelumnya yang dilangsungkan di Palembang dan Madura.

Dengan koleksi empat gelar juara, Persib kini sejajar dengan Persipura Jayapura sebagai klub dengan gelar Liga Indonesia terbanyak. Persipura meraih empat gelar pada 2005, 2009, 2011, dan 2013, sementara Persib mencapainya pada musim 1994/1995, 2014, 2023/2024, dan 2024/2025.

Sementara itu, Rachmat Irianto, pemain Persib, juga turut mencatatkan prestasi luar biasa dengan menyamai pencapaian mendiang ayahnya, Bejo Sugiantoro. Bejo, yang dikenal sebagai legenda sepak bola Indonesia, meraih tiga gelar Liga Indonesia bersama Persebaya pada 1996-1997, 2004, dan 2006. Rachmat Irianto, atau Rian, kini memiliki dua gelar Liga 1 bersama Persib (2023/2024 dan 2024/2025) serta trofi Liga 2 bersama Persebaya pada 2017.

Bejo Sugiantoro juga turut berkontribusi di timnas Indonesia, meraih medali perak di SEA Games 1997 dan medali perunggu di SEA Games 1999, serta menjadi bagian dari tim juara Piala Kemerdekaan Indonesia pada tahun 2000.

Tekad Irianto Samai Raihan Bejo

Rachmat Irianto, yang saat ini membela Persib Bandung, pernah berbagi cerita mengenai tekadnya untuk bisa seperti sang ayah, Bejo Sugiantoro. Hal ini ia sampaikan dalam sebuah segmen Marc Talks Beyond Football di kanal Vidio milik rekannya, Marc Klok.

"Alhamdulillah, saya bisa menjadi seperti sekarang karena mencontoh kedua orang tua saya. Kalau ada yang tanya siapa idola saya di sepak bola, pasti saya jawab, bapak saya," ungkap Rian dengan penuh rasa hormat terhadap Bejo.

Selain itu, eks Persebaya Surabaya itu juga menceritakan kedekatannya dengan orang tua, terutama dalam hal prinsip hidup yang mereka tanamkan, Rian mengungkapkan bahwa pesan ibu dan ayahnya adalah pedoman penting dalam kehidupannya.

Rian mengatakan bahwa ibunya, Rachmawati, selalu mengingatkan untuk menjaga kewajiban ibadah, terutama sholat lima waktu. "Ibu selalu bilang, kita harus jaga sholatnya, tidak boleh lewatkan waktu sholat, dari Subuh, Dzuhur, Asar, Maghrib hingga Isya," ujarnya.

Senada dengan ibunya, Bejo Sugiantoro, ayahnya yang juga seorang legenda sepak bola Indonesia, mengajarkan betapa pentingnya agama dalam kehidupan. "Bapak selalu bilang, agama harus didahulukan, dan soal sholat, kita tidak boleh ada toleransi," cerita Rian.

Selain soal agama, Bejo juga berperan sebagai guru sepak bola bagi Rian. Ia dikenal sangat disiplin dalam hal ini, dan jika ada hal buruk yang terjadi dalam sepak bola, Bejo tidak segan untuk memberikan kritik tajam. Namun, jika ada prestasi, Bejo selalu memberikan apresiasi.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore