Kebersamaan Rachmat Irianto bersama sang ayah. (@rachmatirianto)
JawaPos.com- Dunia sepak bola Indonesia berduka atas kepergian legenda Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia, Bejo Sugiantoro. Dia meninggal dunia usai bermain fun football di lapangan SIER, Surabaya, pada Selasa (25/2). Bejo kemudian dimakamkan sehari kemudian di TPU Geluran, Sidoarjo.
Kepergian sang ayah meninggalkan duka mendalam bagi Rachmat Irianto, putra Bejo Sugiantoro. Dalam unggahan emosional di media sosial, Rian--begitu Rachmat Irianto biasa disapa, mengungkapkan betapa besar rasa kehilangannya. Dia menuliskan pesan menyentuh untuk ayahnya yang begitu mencintai sepak bola.
"Hai kebanggaanku, Mati urip yo balbalan. Begitu cintanya engkau begitu pula dedikasimu untuk sepak bola ini, Ayah. Secepat itu Ayah pergi ninggalin aku.Tapi Ayah menutup usia dengan cara yang paling Ayah cintai, yaitu bermain sepak bola," tulisnya.
Rian mengungkapkan bahwa cedera ACL yang dialaminya saat membela Persib Bandung pada Januari 2025 menjadi alasan dirinya lebih dekat dengan sang ayah di hari-hari terakhirnya. Cedera itu memaksa Rian pulang lebih awal ke Surabaya. Tanpa disadari menjadi momen berharga untuk menghabiskan waktu bersama Bejo.
"Ternyata aku baru sadar, Ayah... Cederaku ini memberi firasat bahwa aku harus cepat kembali untuk bertemu Ayah. Dua minggu terakhir ini, Ayah merawat rian saat rian sakit,"ungkapnya.
Bagi Rian, kehilangan Bejo bukan hanya kehilangan seorang ayah, tetapi juga mentor dan panutan dalam hidup. Dia merasa dunianya berubah drastis setelah kepergian sang ayah, terutama karena mereka memiliki impian yang sama dalam dunia sepak bola.
"Kita punya mimpi yang sama dan hanya kita berdua yang tahu mimpi itu. Sekarang aku sendiri, Ayah... Tapi aku akan wujudkan mimpi itu," tambahnya.
Dalam unggahannya, Rian juga menyebut bahwa Bejo bukan hanya idolanya, tetapi juga sosok yang menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di dunia sepak bola Indonesia. Dia berjanji akan meneruskan perjalanan yang telah dirintis sang ayah dan menjaga nama baiknya.
"Jika orang bertanya siapa idolamu? Aku akan menjawab dengan lantang, Ayah, Bejo Sugiantoro. Cium Peluk dari jauh kebanggaanku. Terima kasih telah membawaku sejauh ini, mengajarkanku menjadi pria dewasa, bertanggung jawab, dan kuat. Kehilanganmu adalah patah hati terbesarku," pungkasnya.
Perginya Bejo Sugiantoro meninggalkan kesedihan bagi dunia sepak bola Indonesia. Namun, semangat, dedikasi, dan jejak perjuangannya akan terus hidup dalam diri Rian dan seluruh pecinta sepak bola. (*)

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
