Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 21.34 WIB

Sama-Sama Pernah di Persebaya, Rachmat Irianto Tulis Pesan Haru Setelah Sang Ayah Bejo Sugiantoro Tutup Usia

Kebersamaan Rachmat Irianto bersama sang ayah. (@rachmatirianto)

JawaPos.com- Dunia sepak bola Indonesia berduka atas kepergian legenda Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia, Bejo Sugiantoro. Dia meninggal dunia usai bermain fun football di lapangan SIER, Surabaya, pada Selasa (25/2). Bejo kemudian dimakamkan sehari kemudian di TPU Geluran, Sidoarjo.

Kepergian sang ayah meninggalkan duka mendalam bagi Rachmat Irianto, putra Bejo Sugiantoro. Dalam unggahan emosional di media sosial, Rian--begitu Rachmat Irianto biasa disapa, mengungkapkan betapa besar rasa kehilangannya. Dia menuliskan pesan menyentuh untuk ayahnya yang begitu mencintai sepak bola.

"Hai kebanggaanku, Mati urip yo balbalan. Begitu cintanya engkau begitu pula dedikasimu untuk sepak bola ini, Ayah. Secepat itu Ayah pergi ninggalin aku.Tapi Ayah menutup usia dengan cara yang paling Ayah cintai, yaitu bermain sepak bola," tulisnya.

Rian mengungkapkan bahwa cedera ACL yang dialaminya saat membela Persib Bandung pada Januari 2025 menjadi alasan dirinya lebih dekat dengan sang ayah di hari-hari terakhirnya. Cedera itu memaksa Rian pulang lebih awal ke Surabaya. Tanpa disadari menjadi momen berharga untuk menghabiskan waktu bersama Bejo.

"Ternyata aku baru sadar, Ayah... Cederaku ini memberi firasat bahwa aku harus cepat kembali untuk bertemu Ayah. Dua minggu terakhir ini, Ayah merawat rian saat rian sakit,"ungkapnya. 

Bagi Rian, kehilangan Bejo bukan hanya kehilangan seorang ayah, tetapi juga mentor dan panutan dalam hidup. Dia merasa dunianya berubah drastis setelah kepergian sang ayah, terutama karena mereka memiliki impian yang sama dalam dunia sepak bola.

"Kita punya mimpi yang sama dan hanya kita berdua yang tahu mimpi itu. Sekarang aku sendiri, Ayah... Tapi aku akan wujudkan mimpi itu," tambahnya.

Dalam unggahannya, Rian juga menyebut bahwa Bejo bukan hanya idolanya, tetapi juga sosok yang menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di dunia sepak bola Indonesia. Dia berjanji akan meneruskan perjalanan yang telah dirintis sang ayah dan menjaga nama baiknya.

"Jika orang bertanya siapa idolamu? Aku akan menjawab dengan lantang, Ayah, Bejo Sugiantoro. Cium Peluk dari jauh kebanggaanku. Terima kasih telah membawaku sejauh ini, mengajarkanku menjadi pria dewasa, bertanggung jawab, dan kuat. Kehilanganmu adalah patah hati terbesarku," pungkasnya.

Perginya Bejo Sugiantoro meninggalkan kesedihan bagi dunia sepak bola Indonesia. Namun, semangat, dedikasi, dan jejak perjuangannya akan terus hidup dalam diri Rian dan seluruh pecinta sepak bola. (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore