Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Januari 2025 | 17.28 WIB

Paul Munster dan Harapan Baru Persebaya Surabaya: Dari Pasang Surut ke Asa yang Membara di Liga 1 Indonesia 2025/2025

Paul Munster hidupkan kembali harapan juara Persebaya Surabaya usai 20 tahun berlalu. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya, klub yang lahir pada 18 Juni 1927 sebagai Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB), telah menjadi simbol semangat kota Surabaya. Green Force, julukan Persebaya Surabaya, selalu dikenal karena gaya bermain keras dan penuh semangat, mencerminkan karakter khas Arek Suroboyo.

Sepanjang sejarahnya, Persebaya Surabaya telah mencatatkan prestasi gemilang, termasuk menjadi juara Liga Indonesia pada musim 1996/1997 dan 2004. Namun, perjalanan hampir satu abad ini tak lepas dari tantangan berat seperti konflik internal hingga larangan bermain.

Musim 2024/2025 membawa angin segar dengan kehadiran Paul Munster sebagai pelatih kepala. Pria yang akrab disapa PM oleh Bonek ini mendapatkan julukan “Penting Menang” karena prioritasnya yang selalu mengutamakan kemenangan.

Para suporter melihat Munster sebagai sosok yang mampu mengembalikan Persebaya Surabaya ke jalur kemenangan. Meski gaya permainan sempat menuai kritik, konsistensi hasil yang ditorehkan menjadi alasan kepercayaan Bonek terhadap sang pelatih.

Munster membawa pendekatan modern dengan merekrut pemain berkualitas seperti Mohammed Rashid, Francisco Rivera, dan Flavio Silva. Selain itu, ia juga memberi kepercayaan kepada pemain muda dari akademi Persebaya Surabaya untuk menunjukkan potensinya.

GRAFIS

Hingga pertengahan musim, Persebaya Surabaya menunjukkan performa yang menjanjikan dengan menempati posisi empat besar klasemen sementara. Salah satu kemenangan ikonik adalah saat mereka menaklukkan Persija Jakarta 3-1 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Dengan sistem permainan yang lebih agresif dan terorganisir, Persebaya Surabaya kini kembali menjadi tim yang disegani di Liga 1. Kombinasi pengalaman, kreativitas, dan semangat juang menjadi senjata utama tim Green Force musim ini.

Kehadiran pemain baru seperti Dejan Tumbas dan Dime Dimov semakin memperkuat skuad Persebaya Surabaya. Di sisi lain, atmosfer positif yang dibangun Munster menjadi pendorong motivasi bagi para pemain untuk tampil maksimal.

Bonek, akronim dari “Bondo Nekat,” adalah simbol suporter Persebaya Surabaya yang dikenal pantang menyerah. Suporter setia ini selalu hadir dalam suka maupun duka, menjadi kekuatan tambahan bagi tim di setiap pertandingan.

Selama bertahun-tahun, Bonek berkembang menjadi komunitas suporter yang lebih kreatif dan bertanggung jawab. Mereka aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti bersih-bersih stadion, kampanye kerusuhan, hingga penggalangan dana untuk korban bencana.

Kehadiran Bonita, atau Bonek Wanita, memberikan warna baru dalam dukungan untuk Persebaya Surabaya. Bonita membuktikan sepak bola adalah milik semua orang, tanpa memandang gender atau latar belakang.

Setiap kali Persebaya Surabaya bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, suporter memenuhi tribun dengan chant “Song For Pride” yang menggema hingga ke seluruh penjuru stadion. Chant ini menjadi sumber energi dan motivasi tambahan bagi para pemain di lapangan.

Namun, musim ini bukan tanpa tantangan, terutama menghadapi tim-tim dengan strategi bertahan yang rapat. Konsistensi permainan menjadi tantangan terbesar Persebaya Surabaya jika ingin menjaga posisi di papan atas.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore