Paul Munster ungkap kelemahan Persebaya Surabaya jelang hadapi Bali United. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan dominasi mereka di Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan kemenangan tipis 2-1 atas Borneo FC. Laga yang berlangsung di Gelora Bung Tomo ini memperlihatkan performa apik Green Force, khususnya di babak pertama.
Francisco Rivera menjadi bintang kemenangan Persebaya Surabaya dengan dua golnya pada menit ke-17 dan ke-29. Sayangnya, Borneo mampu membalas satu gol melalui Ronaldo Rodrigues pada menit ke-32.
Di babak kedua, pertahanan solid Persebaya Surabaya yang dikomandoi Slavko Damjanovic sukses mematahkan serangan-serangan berbahaya dari tim tamu. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Green Force.
Meski berhasil meraih poin penuh, pelatih Paul Munster tetap memberikan catatan penting untuk skuadnya. Salah satu perhatian utamanya adalah kelemahan tim dalam menghadapi situasi bola mati, seperti yang terjadi pada gol Borneo.
“Kita kebobolan melalui tendangan penjuru, ini menjadi catatan kita untuk lebih baik lagi ke depan,” ungkap Paul Munster usai laga.
Pelatih asal Irlandia Utara itu mengingatkan para pemainnya agar lebih disiplin dan fokus saat menghadapi bola-bola atas.
Kemenangan ini memperkuat posisi Persebaya Surabaya di puncak klasemen sementara Liga 1 2024/2025 dengan raihan 37 poin. Namun, tantangan besar sudah menanti mereka di pekan ke-17 saat bertandang ke markas Bali United.
Bali United dikenal sebagai salah satu tim dengan eksekusi bola mati yang mematikan. Situasi ini menjadi perhatian khusus Paul Munster, mengingat Persebaya Surabaya sering kebobolan dari skema bola mati musim ini.
Sementara itu, Riswan Lauhin yang mewakili para pemain saat konferensi pers mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan ini.
“Alhamdulillah semua pemain sudah bekerja keras. Kita tahu Borneo tim yang tangguh, tapi di sisi lain kita juga punya tim yang kuat, malam ini lebih baik dari Borneo. Kerja keras rekan-rekan satu tim malam ini, kita bisa meraih 3 poin,” ucap Riswan.
Pertemuan dengan Bali United pada 28 Desember 2024 nanti menjadi ujian berat bagi Green Force. Bermain di kandang lawan, Persebaya Surabaya harus memaksimalkan setiap peluang dan memperkuat lini belakang mereka.
Statistik menunjukkan duet bek tengah Persebaya Surabaya, Slavko Damjanovic dan Kadek Raditya, memiliki angka yang cukup baik dalam beberapa aspek. Namun, ada catatan negatif yang perlu segera diperbaiki untuk menghadapi putaran kedua liga.
Slavko Damjanovic mencatatkan 3,9 intersep per laga, 7,4 recovery bola per laga, dan 3,4 sapuan per laga. Namun, tingkat keberhasilan duel udaranya hanya 45% dengan rata-rata 1,8 duel udara dimenangkan per pertandingan.
Kadek Raditya tampil lebih baik dalam intersep dengan rata-rata 4,8 per laga dan 8,3 recovery bola per laga. Meski demikian, efektivitasnya di duel udara hanya mencapai 35%, dengan rata-rata 1,2 kemenangan duel udara per pertandingan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
