Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Oktober 2024 | 00.32 WIB

Bongkar Bayaran Wasit Ahmed Al Kaf di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Tembus Rp46 Juta Setiap Pertandingan

Wasit Ahmed Al Kaf disorot karena keputusan kontroversialnya di laga Bahrain vs Timnas Indonesia. (AFP/HECTOR RETAMAL) - Image

Wasit Ahmed Al Kaf disorot karena keputusan kontroversialnya di laga Bahrain vs Timnas Indonesia. (AFP/HECTOR RETAMAL)

JawaPos.com — Ahmed Al Kaf, wasit asal Oman, kembali menjadi sorotan setelah memimpin laga kontroversial antara Bahrain vs Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang berakhir imbang 2-2 itu memunculkan banyak protes, terutama karena keputusan Al Kaf yang memperpanjang waktu injury time dari 6 menit menjadi 9 menit. Keputusan inilah yang memberikan Bahrain kesempatan untuk mencetak gol penyeimbang di menit-menit akhir.

Kontroversi ini membuat banyak orang penasaran dengan latar belakang Ahmed Al Kaf, termasuk berapa bayaran yang diterima wasit dengan lisensi FIFA tersebut.

Meskipun belum ada informasi resmi terkait gaji spesifik Al Kaf di laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sejumlah sumber mengungkapkan kisaran bayaran yang diterima wasit yang memimpin pertandingan level internasional.

Mengutip informasi dari laman AS Sports, bayaran wasit berlisensi FIFA seperti Ahmed Al Kaf tergolong cukup tinggi.

Pada Piala Dunia 2022 Qatar, wasit utama yang memimpin pertandingan di fase grup mendapat bayaran sebesar USD3.000 atau setara dengan Rp46 juta per pertandingan. Angka ini menjadi acuan bagi bayaran yang kemungkinan juga diterima oleh Al Kaf di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Bayaran tersebut tidak hanya diberikan kepada wasit utama seperti Ahmed Al Kaf. Asisten wasit yang bertugas dalam pertandingan juga menerima honor yang tidak kalah besar, yaitu sekitar USD2.500 atau sekitar Rp39 juta per pertandingan.

Sementara itu, wasit VAR atau Video Assistant Referees yang bertugas memastikan keputusan-keputusan penting dalam pertandingan, juga diganjar bayaran setara dengan wasit utama, yakni USD3.000 per pertandingan.

Bayaran yang diterima oleh para wasit ini tentu sebanding dengan tanggung jawab yang diemban. Namun, dalam kasus pertandingan antara Bahrain dan Timnas Indonesia, keputusan Al Kaf untuk tidak segera meniup peluit akhir pada menit 90+6 menjadi sorotan besar.

Gol penyeimbang Bahrain yang tercipta pada menit 90+9 dianggap sebagai hasil dari tambahan waktu yang dinilai berlebihan. Banyak yang menyayangkan keputusan tersebut, mengingat Timnas Indonesia sempat unggul 2-1 hingga detik-detik terakhir laga.

Selain memimpin pertandingan di fase grup, bayaran wasit untuk laga di fase gugur pada ajang besar seperti Piala Dunia juga jauh lebih tinggi. Menurut catatan, wasit utama yang bertugas di fase gugur mendapatkan bayaran sebesar USD10.000 atau setara dengan Rp156 juta per pertandingan.

Asisten wasit dan wasit VAR di fase gugur juga mendapatkan peningkatan honor yang signifikan, yaitu sebesar USD5.000 atau sekitar Rp78 juta untuk setiap pertandingan.

Dengan bayaran sebesar itu, tidak heran jika wasit seperti Ahmed Al Kaf diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan tanpa cela. Namun, dalam dunia sepak bola, keputusan wasit memang sering kali menuai kontroversi.

Al Kaf sendiri sudah berkali-kali menjadi pusat perhatian dalam pertandingan-pertandingan besar, dan laga Bahrain vs Timnas Indonesia bukan kali pertama dia mendapatkan kritik dari publik.

Bagi sebagian orang, bayaran tinggi yang diterima wasit FIFA dianggap wajar mengingat mereka harus berhadapan dengan tekanan yang besar dan tuntutan untuk membuat keputusan-keputusan krusial di lapangan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore