Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Oktober 2024 | 17.01 WIB

Oktavianus Fernando, Si Joker yang Tak Merajuk Seperti Bastian Schweinsteiger

Oktavianus Fernando (kanan) ketika menjalani latihan bersama Persebaya Surabaya. Ofan legowo ketika tampil bersama skuad EPA Persebaya U-20. (LIB) - Image

Oktavianus Fernando (kanan) ketika menjalani latihan bersama Persebaya Surabaya. Ofan legowo ketika tampil bersama skuad EPA Persebaya U-20. (LIB)

JawaPos.com – Setiap pesepak bola, mendapatkan kesempatan bermain menjadi keinginan mutlak. Tapi, bagaimana jika tak kunjung terwujud? Maka, untuk sebagian pemain, tampil di level junior pun disikat.

Fakta itu yang dialami sejumlah pemain yang berkarier di Liga 1 Indonesia musim ini. Tak peduli statusnya sebagai senior atau pemain berpengalaman, asalkan mendapat kepercayaan turun, mereka akan melakukannya.

Tanya saja kepada Oktavianus Fernando. Pemain senior Persebaya Surabaya ini tak peduli tampil bersama pemain yang bisa disebutnya ‘adik’ ketika berlaga bersama skuad Elite Pro Academy (EPA) Persebaya U-20 di EPA Liga 1 U-20 musim ini.

Pemain yang biasa disapa Ofan memang belum mendapatkan kesempatan bermain bersama skuad Green Force di Liga 1 2024/2025. Dia masih kalah bersaing dengan pemain utama lain.

Karena itu, demi menjaga kebugarannya, pemain berusia 30 tahun ini dengan senang hati ketika dilabeli ‘Joker’ alias pemain berusia di atas 20 tahun yang boleh membela tim di EPA Liga 1 U-20.

Selain Ofan, pemain seperti Alfan Suaib, Rizky Dwi, Randy May, dan kiper Aditya Arya juga ikut bermain di tim muda Green Force tersebut.

Bagi sebagian pemain, tak mendapatkan kesempatan bermain di skuad utama tentu saja memberikan dilematis. Perasaan makin campur aduk ketika tim pelatih justru menginstruksikan mereka bermain di level junior.

Pengalaman ini tak hanya dialami pemain yang berkarier di Liga 1 Indonesia. Mereka yang berkiprah di kompetisi elite di Eropa juga pernah mengalami masalah serupa.

Contoh kecil ketika Bastian Schweinsteiger pernah dikucilkan Jose Mourinho ketika menangani Manchester United. The Special One sempat mengirim legenda Jerman itu ke skuad junior Setan Merah.

Imbasnya, Schweinsteiger tak lama membela Man United. Pria yang sudah pensiun itu memutuskan hengkang dari Old Trafford, dan merumput di Amerika Serikat bersama Chicago Fire.

Namun, Ofan bukan Schweinsteiger. Dia justru mendapatkan amanah, yakni membimbing para juniornya. "Sebagai pemain senior saya tetap akan memberikan dukungan dan menjaga kondusivitas tim," tuturnya.

Selain itu, menurut kakak kandung Marselino Ferdinan ini, kebijakan menurunkan mereka di skuad EPA Persebaya U-20 lantaran Paul Munster menginginkan mereka merasakan atmosfer kompetisi.

Karena itu, meski pertama kali bermain di kompetisi kelompok umur, Ofan tak canggung apalagi malu melakukannya. “Itu recovery training buat saya, dikarenakan sebelumnya (melawan Dewa United (27/9)) tidak main," ungkapnya.

Meski bertanding melawan pemain yang usianya jauh di bawahnya, Ofan tetap memberikan kemampuan terbaik. Dia tidak ingin setengah-setengah karena pertandingan di EPA Liga 1 U-20 adalah kesempatan baginya untuk tetap menjaga sentuhan bola. "Juga untuk situasi pertandingan," tegasnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore