
Flare kembali menyala di hampir setiap sudut tribun Stadion Gelora Bung Tomo di laga Anniversary Game kontra Persibo Bojonegoro. (Instagram/Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Stadion Gelora Bung Tomo kembali mencuri perhatian publik dengan insiden flare yang terjadi pada pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Persibo Bojonegoro dalam rangkaian Anniversary Game ke-97 Persebaya pada 29 Juni 2024.
Kejadian tersebut tidak hanya mengganggu jalannya pertandingan, tetapi juga mengancam keselamatan semua yang hadir di stadion. Sikap tegas dari manajemen Persebaya Surabaya pun langsung diambil untuk menangani dan mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
Melalui akun Instagram resminya, Persebaya Surabaya menyampaikan keprihatinan dan himbauan keras terkait penggunaan flare di pertandingan sepak bola. Dalam unggahannya, manajemen Persebaya mengingatkan bahaya besar yang dapat ditimbulkan oleh flare, yang tidak hanya mengganggu jalannya pertandingan, tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dan kepanikan massal.
Unggahan tersebut berbunyi: "Flare Bisa Saja Membawa Kita pada Bencana. Persebaya 97th Anniversary Game harus dihentikan pada menit ke-85. Situasi lapangan sudah tidak memungkinkan, karena asap flare yang begitu tebal. Sampai mengganggu pernapasan. Pemain langsung berhamburan ke ruang ganti. Baik pemain Persebaya maupun di Persibo. Di tribun, begitu banyak orang yang harus bertahan di dalam kepungan asap flare. Asap flare yang begitu pekat cukup menyesakkan bagi anak kecil, wanita, maupun penonton lanjut usia."
Kejadian ini memaksa panitia pelaksana pertandingan dan pihak kepolisian untuk menghentikan pertandingan sebelum waktunya. Tidak hanya itu, sesi nyanyi bareng "Song for Pride" yang biasanya menjadi penutup perayaan juga dibatalkan, bersama dengan konferensi pers pasca pertandingan karena kondisi ruangan yang dipenuhi asap flare.
Persebaya Surabaya menegaskan bahwa penggunaan flare dalam pertandingan sepak bola dilarang karena sangat membahayakan. Namun, masih ada sebagian suporter yang merasa bangga menyalakan flare tanpa mempertimbangkan dampak buruknya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, tetapi manajemen Persebaya tidak ingin mengambil risiko serupa di masa mendatang. Mereka mengingatkan akan tragedi Kanjuruhan yang muncul karena kombinasi asap, kepanikan, dan kerumunan massa. Kejadian tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam merayakan momen sepak bola.
Manajemen Persebaya dengan tegas menyatakan bahwa mereka akan mengambil kebijakan ketat dan terukur untuk pertandingan-pertandingan berikutnya demi memastikan keselamatan semua penonton. "Tidak ada sepak bola seharga keselamatan manusia," tegas mereka dalam unggahan tersebut.
Respon netizen pun beragam, banyak yang setuju dengan sikap tegas manajemen Persebaya, tetapi tidak sedikit pula yang memberikan kritik terhadap panitia pelaksana. Beberapa netizen mempertanyakan bagaimana flare bisa lolos masuk ke dalam stadion dan menyarankan agar panitia melakukan razia lebih ketat di pintu masuk. "Harusnya dari awal management udah ngingetin suporter untuk tidak membawa flare ke dalam stadion panitia adain razia di pintu masuk bukan udah terjadi baru sadar bahaya flare," tulis seorang netizen.
Di sisi lain, ada juga yang memberikan saran agar flare hanya dinyalakan di tribun paling atas yang memungkinkan asap cepat hilang karena terkena hembusan angin. Mereka mengingatkan bahwa menyalakan flare di tribun bawah, terutama di area keluarga, sangat berbahaya bagi anak-anak dan penderita asma. "Flare di partai uji coba mungkin ada toleransi khusus di tribun paling atas saja karena bisa cepat hilang kena hembusan angin. Jangan di tribun bawah, apalagi tribun keluarga itu berbahaya terutama bagi anak-anak dan penderita asma. Sangat berbahaya lur!" tulis seorang netizen lainnya.
Selain itu, banyak netizen yang mengingatkan bahwa menyalakan flare di stadion bisa menyebabkan kepanikan, terutama bagi penonton yang membawa anak kecil atau orang tua. Mereka mendesak agar suporter lebih bijak dalam merayakan momen dan tidak menempatkan keselamatan orang lain dalam bahaya. "Bayangkan orang tua yang panik cemas gendong anak kecil, kelepek-klepek sesak napas kebingungan cari pintu keluar. Kalau sudah ada korban, jangan bilang euforia setahun sekali nyumet flare. Tanpa flare Persebaya sudah gagah," tulis netizen lainnya.
Persebaya Surabaya memang memiliki basis suporter yang sangat loyal dan fanatik. Namun, insiden ini menunjukkan bahwa kecintaan pada klub harus dibarengi dengan kesadaran akan keselamatan dan kesehatan bersama. Tidak ada euforia yang sebanding dengan risiko kehilangan nyawa atau kesehatan.
Manajemen Persebaya menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi titik balik bagi semua pihak, baik suporter maupun panitia pelaksana, untuk lebih serius dalam menerapkan aturan dan memastikan bahwa semua penonton dapat menikmati pertandingan dengan aman.
Kejadian di Gelora Bung Tomo ini diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk semua, bahwa sepak bola adalah tentang kebersamaan dan kegembiraan, bukan tentang mempertaruhkan keselamatan.
Dengan adanya sikap tegas dari manajemen Persebaya, diharapkan insiden serupa tidak terulang lagi di masa depan. Suporter diharapkan lebih bijak dalam menunjukkan dukungan mereka, sementara panitia pelaksana harus lebih ketat dalam menjaga keamanan di dalam stadion. Hanya dengan kerja sama dari semua pihak, pertandingan sepak bola bisa dinikmati dengan aman dan nyaman.
Melalui tindakan tegas ini, Persebaya Surabaya berupaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi semua penggemar sepak bola. Mereka mengajak seluruh elemen suporter untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan kesehatan, sehingga euforia dan semangat mendukung tim kesayangan dapat terus berjalan tanpa menimbulkan risiko yang tidak perlu.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
