Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Mei 2024 | 20.09 WIB

Ramadhan Sananta Bongkar Alasan Hilangnya Nathan Tjoe-A-On saat Adu Penalti Kontra Korea Selatan

MENGHILANG: Nathan Tjoe-A-On saat memperkuat Timnas Indonesia kontra Uzbekistan U-23. Dia sempat menghilang saat Garuda Muda menjalani adu penalti kontra Korea Selatan U-23. (AFC) - Image

MENGHILANG: Nathan Tjoe-A-On saat memperkuat Timnas Indonesia kontra Uzbekistan U-23. Dia sempat menghilang saat Garuda Muda menjalani adu penalti kontra Korea Selatan U-23. (AFC)

JawaPos.com - Pada laga perempat final Piala Asia U-23 2024 yang mempertemukan Timnas Indonesia U-23 dengan Korea Selatan U-23, terdapat momen menarik yang menyedot perhatian publik.

Pertandingan yang berlangsung sengit itu harus diakhiri dengan adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga akhir perpanjangan waktu.

Adu penalti tersebut berakhir dengan skor 11-10 untuk kemenangan Indonesia. Namun, satu hal yang menjadi sorotan adalah absennya Nathan Tjoe-A-On dalam daftar eksekutor penalti.

Keputusan untuk tidak melibatkan Nathan Tjoe-A-On dalam adu penalti ternyata berdasarkan regulasi yang berlaku dalam Laws of The Game.

Dalam pasal 10.3 tentang penalti disebutkan bahwa jika satu tim memiliki jumlah pemain lebih banyak daripada lawannya setelah waktu normal berakhir, maka tim tersebut harus mengurangi jumlah pemainnya agar sama dengan jumlah pemain lawan.

Dalam pertandingan ini, Korea Selatan bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pemainnya, Lee Young-jun, menerima kartu merah di babak kedua.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, akhirnya memilih Nathan sebagai pemain yang dicoret untuk menjadi eksekutor penalti demi mengikuti aturan tersebut.

Dikutip dari kanal YouTube Sport77, pada Selasa (21/5), Ramadhan Sananta menyebutkan bahwa dicoretnya Nathan diakibatkan oleh sang pemain tidak dalam kesiapan yang bagus untuk menghadapi adu penalti.

"Dia (Nathan) enggak mau. Dia pernah bilang ke saya kalau enggak salah, dia jarang sekali (ambil penalti)," kata Sananta.

Pemain Persis Solo tersebut melanjutkan bahwa Nathan pernah mengatakan kepadanya bahwa pria keturunan Belanda tersebut tidak memiliki catatan yang baik saat adu tos-tosan.

"Nathan memang enggak mau setiap mau penalti. Dia memang enggak mau ambil. Saya pun bingung dan bertanya 'Nathan kenapa kamu enggak ambil?' dia jawab 'no, saya enggak pernah bagus kalau ambil penalti’," lanjutnya.

Karena itu, pemain Swansea City yang kini dipinjamkan di SC Heerenveen tersebut harus rela tidak ikut serta dalam momen penting tersebut. Meski demikian, kontribusi Nathan sepanjang pertandingan tetap diakui sebagai bagian penting dari keberhasilan tim.

Kiper Indonesia, Ernando Ari, juga ikut menjadi pahlawan dalam pertandingan tersebut. Dia tidak hanya berhasil menahan satu tendangan penalti dari pemain Korea Selatan, tetapi juga tampil tenang saat diberikan tugas sebagai salah satu eksekutor penalti.

Nathan Tjoe-A-On sendiri sebenarnya memiliki peran yang signifikan dalam kesuksesan Timnas U-23. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bahkan harus melobi klub Nathan, SC Heerenveen, untuk melepasnya agar bisa memperkuat Indonesia di ajang ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan Nathan dalam skuad Garuda Muda.

Dalam sesi adu penalti tersebut, hanya Arkhan Fikri yang gagal mengeksekusi dari pihak Indonesia, sementara dua pemain Korea Selatan juga gagal. Penendang terakhir dari Indonesia, Pratama Arhan, sukses memastikan kemenangan dengan tendangan penalti yang sempurna.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore