
SOLIDARITAS TINGGI: Gerakan #SavePersebaya menggema di seantero Indonesia, salah satunya dari suporter PSS Sleman Brigata Curva Sud (BCS).
TRAGEDI dan peristiwa penting dalam sejarah suporter sepak bola sering kali menjadi tonggak untuk merefleksikan peran mereka dalam menentukan arah perkembangan olahraga ini.
Moch. Rizky Pratama Putra, Reporter JawaPos.com
---
Salah satu momen bersejarah adalah saat sekelompok suporter PSS Sleman memboikot laga awayday ke Karawang pada 2016. Tindakan itu bukan semata-mata bermaksud menghindari dukungan pada tim mereka sendiri, tetapi lebih sebagai bentuk solidaritas kepada tim saudara, Persebaya Surabaya, yang saat itu tengah mengalami masa sulit.
Dalam perjalanan panjang suporter sepak bola di Indonesia, solidaritas antarkelompok suporter sering kali menjadi sorotan. Tindakan boikot PSS Sleman merupakan contoh nyata bagaimana suporter mampu melampaui rivalitas klub dan menyatukan suara mereka dalam situasi yang membutuhkan dukungan bersama.
Melalui tindakan tersebut, pesan persaudaraan antarsuporter, terutama antara Persebaya Surabaya dan PSS Sleman, menjadi semakin kuat.
Dilansir dari akun Instagram @PersebayaFans.27 menunjukkan ada keinginan kuat dua suporter Persebaya Surabaya dan PSS Sleman untuk bertemu dan menjalin keakraban kembali, namun situasi ini tentu akan melahirkan denda yang dikeluarkan oleh PSSI.
“Rasanya miris KL ingat…masih pengen nangis…terharu dan ikut prihatin atas perjuangan teman2 bonek…saduluran saklawase,” tulis @yevhen20207.
“Setiap kali ingat & lihat video ini merinding lor sleman surabaya selamanya,” tulis @abierafa1927.
“Padaa saat itu dara Surabaya ku juga dara Sleman ku,” ungkap @ragapangestu26.
“Merinding ngelihatnya…maturnuwun sanget @bcsxpss.1976 SURABAYA SLEMAN SATU NYALI WANI ORA MUNTIR,” tulis @riezhalnp.
“Welcome suroboyo dulur @bcsxpss.1976 suroboyo x sleman…wani ora muntir,” ujar @gamz_99.
Namun, solidaritas ini tidak selalu berjalan mulus, terutama ketika bertabrakan dengan kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan oleh otoritas sepak bola. Pada 2023, larangan suporter tandang menjadi salah satu perdebatan hangat dalam dunia sepak bola Indonesia.
Erick Thohir, ketua umum PSSI, menjelaskan bahwa larangan tersebut diberlakukan demi menciptakan atmosfer yang lebih aman dan mencegah terjadinya kerusuhan antarsuporter.
Kontroversi pun timbul ketika larangan ini mulai diterapkan. Banyak suporter merasa bahwa larangan tersebut justru memperburuk hubungan antarsuporter dan menghilangkan aspek penting dari pengalaman menyaksikan pertandingan sepak bola, yaitu dukungan dari suporter tim tamu.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
