
JADI SALAH SATU LEGENDA: Danilo Fernando jadi salah satu pemain Persebaya Surabaya yang mencetak gol pada Liga Champions Asia 2005. (PSS Sleman)
JawaPos.com — Sebuah nostalgia yang menyisakan harapan kembali ke panggung Asia mengiringi kisah Persebaya Surabaya dalam Liga Champions Asia 2005.
Meski berakhir dengan hasil kurang gemilang, tetapi perjalanan mereka membawa secercah impian akan kebangkitan di level kontinental. Sejarah tersebut mengundang pertanyaan, kapan Green Force akan kembali meramaikan sorotan di kancah Asia?
Persebaya Surabaya, julukan yang identik dengan kebanggaan Kota Surabaya, meraih kesempatan untuk bersaing di Liga Champions Asia 2005 setelah menjuarai Liga Indonesia pada tahun sebelumnya. Setelah empat musim absen dari ajang tersebut, kehadiran mereka kembali menjadi angin segar bagi sepak bola Indonesia.
Namun, perjalanan Persebaya Surabaya di Liga Champions Asia 2005 tidaklah mudah. Terlempar ke Grup G, mereka harus berhadapan dengan tim-tim tangguh seperti Busan I'Park, Krung Thai, dan Binh Dinh. Meski mengakhiri kompetisi dengan hanya empat poin dari enam pertandingan, tetapi keberadaan mereka membuka harapan akan potensi sepak bola Indonesia di tingkat Asia.
Satu-satunya kemenangan Persebaya Surabaya dalam turnamen tersebut diraih saat menjamu wakil Vietnam, Binh Dinh, di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya. Sebuah gol tunggal dari Danilo Fernando pada menit ke-15 menjadi puncak kebangkitan dalam laga tersebut.
Klasemen Akhir Grup G
Photo
Namun, Persebaya Surabaya tidak berjuang sendirian. Mereka ditemani oleh PSM Makassar, klub berjuluk Juku Eja, yang juga bermain dalam Liga Champions Asia 2005. Namun, seperti Persebaya Surabaya, PSM Makassar juga gagal menembus babak grup setelah bersaing dengan tim-tim tangguh seperti Shandong Luneng dan Yokohama F. Marinos.
Klasemen Akhir Grup F
Photo
Meski kembali ke panggung Asia, kiprah Persebaya Surabaya dan PSM Makassar pada tahun tersebut belum mampu menorehkan prestasi yang membanggakan. Namun, keberadaan mereka menggambarkan semangat dan tekad untuk terus bersaing di tingkat tertinggi.
Dengan mengenang perjalanan mereka di Liga Champions Asia 2005, pertanyaan yang muncul adalah kapan keduanya bisa kembali meramaikan panggung Asia?
Keberhasilan Persebaya Surabaya dan PSM Makassar dalam meraih tiket ke kompetisi tersebut menjadi tonggak sejarah yang patut diperhitungkan.
Mereka membawa harapan bagi sepak bola Indonesia untuk kembali bersaing dan menunjukkan potensi sejati mereka di tingkat Asia.
Dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang kuat dari semua pihak terkait, tidak ada alasan mengapa Persebaya Surabaya dan PSM Makassar tidak bisa kembali ke panggung Asia dalam waktu dekat.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
