
TENAGA BARU: Rafael Struick dan Ivar Jenner akan menambah kekuatan Indonesia di kualifikasi Piala Asia U-23.
JawaPos.com – Indonesia kini sudah bisa mulai menganalisis calon lawan yang bakal dihadapi di kualifikasi Piala Asia U-23 2024. Sebab, berdasar hasil drawing yang digelar kemarin di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia masuk ke grup K dan hanya akan bertemu dengan dua lawan. Yaitu, Taiwan dan Turkmenistan.
Grup K berbeda dengan sepuluh grup lainnya. Grup K hanya berisi tiga tim. Sementara itu, grup A sampai grup J diisi empat tim. Pada ajang kualifikasi Piala Asia U-23 2024, sebelas juara grup akan lolos ke putaran final Piala Asia U-23.
Lalu, empat slot sisa akan diambil dari empat runner-up terbaik. Dan, satu slot terakhir mutlak milik Qatar yang menjadi tuan rumah Piala Asia U-23.
Indra Sjafri, pelatih timnas Indonesia U-23, bersyukur timnya berada satu grup dengan Taiwan dan Turkmenistan. Dia optimistis bisa membawa Garuda Nusantara lolos ke putaran final Piala Asia U-23.
Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah saat menghadapi Taiwan dan Turkmenistan. Pertandingan kualifikasi akan dimainkan pada 4–12 September.
”Setelah selesai drawing, dari hotel saya langsung ke Masjid Nabawi untuk salat meminta Indonesia bisa lolos ke putaran final di Qatar,’’ ujar Indra Sjafri.
Saat drawing kualifikasi Piala Asia U-23 digelar, pelatih asal Sumatera Barat itu sedang menjalani ibadah umrah di Arab Saudi. Sepulang umrah, Indra akan berdiskusi dengan para asistennya untuk memulai persiapan.
’’Dalam waktu dekat, saya akan berdiskusi dengan semua asisten pelatih untuk mencari tahu kekuatan tim lawan,’’ tegas pelatih yang sukses membawa timnas Indonesia U-22 menjuarai SEA Games 2023 Kamboja itu.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir optimistis Indonesia lolos ke putaran final di Qatar. Kesuksesan Indonesia meraih medali emas dari pentas SEA Games 2023 menjadi salah satu faktor pendukung. Menurut menteri BUMN itu, Indonesia bisa bersaing di level Asia.
’’Peta persaingan sepak bola di Asia saat ini berimbang. Terutama di kelompok umur. Karena itu, siapa pun lawannya, persiapan kami harus maksimal,’’ ungkap Erick.
’’Saya optimistis atmosfer sepak bola Indonesia yang sedang baik usai meraih emas SEA Games akan memberikan energi positif untuk meraih hasil terbaik sehingga bisa lolos ke putaran final,’’ imbuh mantan presiden klub Inter Milan tersebut.
Di Piala Asia U-23 pada 2022, Indonesia gagal lolos ke putaran final. Garuda Muda kalah dengan skor 2-3 dan 0-1 oleh Australia U-23 dalam dua kali pertemuan. Pengunduran diri Tiongkok U-23 dan Brunei Darussalam U-23 di grup G pada babak kualifikasi saat itu juga memengaruhi nasib timnas U-23. Sehingga, grup G ketika itu hanya meloloskan Australia ke putaran final.
’’Jika di Piala Asia U-23 sebelumnya kami tidak lolos, maka cukup realistis jika kali ini targetnya meraih tiket ke putaran final. Status tuan rumah harus benar-benar kita manfaatkan. Saya berharap penggemar akan membanjiri stadion dan memberikan dukungan maksimal saat timnas main di kandang,’’ tegas mantan pemilik saham DC United tersebut. (fiq/c6/ali)
HASIL DRAWING KUALIFIKASI PIALA ASIA U-23 2024
GRUP A: Jordania, Syria, Oman, Brunei Darussalam

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
