
Mbah Putih bukan orang baru di sepak bola Indonesia
JawaPos.com - Dwi Irianto alias Mbah Putih baru saja dicokok pihak satgas kepolisian terkait dugaan pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Mbah Putih bukan orang baru dalam kepengurusan PSSI dan dunia si kulit bundar.
Mbah Putih ditangkap karena disebut menerima uang untuk mengatur skor. Hal itu setelah Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani, membongkar semuanya di acara Mata Najwa beberapa waktu lalu.
"Perannya sama seperti kemarin tersangka JLE, dia sebagai penyandang dana. Nanti didalami dulu," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.
"(Ditangkapnya Mbah Putih terkait pengaturan skor) di Liga 2 dan Liga 3. Itu pintu awal satgas masuk menelusuri dugaan pengaturan skor," tambah dia.
Dwi Irianto sendiri bukan orang baru di sepak bola Indonesia. Keterlibatannya di sepak bola Indonesia sudah cukup lama, terutama di Jogjakarta.
Dia pernah menduduki beberapa jabatan strategis di PSSI Jogjakarta mulai dari sekretaris umum, hingga kini jadi Wakil Ketum meski akhirnya mengundurkan diri. Mbah Putih, sapaannya, juga pernah menjadi Direktur Teknik dan operasional serta Direktur Utama di PSIM Jogjakarta.
Pada 2012 silam, Dwi pernah menjadi inisiator terbentuknya Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Dia bersama beberapa rekannya menjadi pijakan untuk menggelar Kongres Luar Biasa PSSI pada Maret 2012 lalu.
Kala itu, Dwi merupakan Ketua Forum Pengurus Provinsi (FPP) yang berafiliasi dengan KPSI. Beberapa tahun berselang, dirinya akhirnya terpilih sebagai anggota Komdis PSSI. Mbah Putih-pun mundur dari kepengurusan di Asprov Jogja.
Namun demikian, semenjak namanya disebut-sebut terlibat pengaturan skor, Komdis PSSI membekukan Dwi. Dia tak diikutsertakan dalam sejumlah sidang, termasuk hukuman Komdis kepada PSMP terkait pengaturan skor.
Jumat (28/12), Mbah Putih akhirnya dicokok kepolisian saat sedang menginap di Hotel New Saphire. Dengan ditangkapnya Dwi, satgas kepolisian kini genap mengamankan empat orang termasuk Johar Lin Eng.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
