
Bayu Pradana enggan berkomentar terlalu jauh terkait #EdyOut. Dia menyerahkannya ke Exco PSSI
JawaPos.com - Desakan agar Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya sebagai Ketum PSSI menyusul kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 kian santer. Tagar #EdyOut pun terus menggema di media sosial. Terkait hal itu, ada perbedaan pandangan antara pemain dan suporter.
Sudah pasti suporter yang paling terdepan menyuarakan agar Edy mundur. Sementara itu, para pemain memilih enggan berkomentar lebih jauh. Mereka menyerahkannya kepada Exco PSSI. Intinya, para pemain lebih menginginkan PSSI dievalusi terlebih dahulu.
Penggawa Timnas Indonesia dan kapten Mitra Kukar, Bayu Pradana, mengatakan saat ini yang perlu dilakukan PSSI adalah evaluasi. Diharapkan dari evaluasi tersebut bisa lahir keputusan cerdas yang bisa memperbaiki prestasi.
"Evaluasi saja dahulu, baru ambil sikap yang perlu diambil," kata pemain 27 tahun itu seperti dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group).
Terkait kepemimpinan Edy, Bayu enggan banyak berkomentar. Apalagi posisinya sebagai pemain, jelas tidak berkompeten jika harus mengomentari federasi. "Kalau soal itu (tuntutan Edy mundur) biar para petinggi PSSI dan Exco yang memutuskan. Saya hanya pemain. Saya hanya ingin sepak bola Indonesia disegani di Asia," pungkas ayah dua anak tersebut.
Sementara itu, bek sekaligus kapten Borneo FC, Diego Michiels tak mau berkomentar banyak soal desakan agar Edy mundur dari PSSI. Dia hanya berharap, siapa pun pemimpinnya wajib lebih mengerti sepak bola. Baik di level nasional maupun internasional.
"Saya ikut sedih karena kegagalan Indonesia di banyak event. Tapi saya harap segera bangkit dan dapat solusi tepat," ungkap Diego.
Di lain sisi, desakan agar Edy mundur digaungkan kelompok suporter Pusamania. Arifin selaku dirigen mengaku geram dengan banyaknya kegagalan target di ajang internasional. "Sebaiknya beliau (Edy Rahmayadi) mundur. Karena tak ada prestasi membanggakan yang berhasil diraih baik di Timnas Indonesia atau kompetisi," kata Arifin.
Selain dinilai gagal memimpin organisasi tertinggi sepak bola di Indonesia, Edy juga rangkap jabatan yakni menjabat sebagai gubernur Sumatra Utara.
"Sebaiknya Pak Edy fokus di satu jabatan saja. Menurut kami lebih nyaman sebagai gubernur. Karena sepak bola terlihat bukan bidangnya," imbuh Arifin.
Salah satu usulan Arifin adalah sosok yang berhak memimpin PSSI adalah mantan pemain Timnas Indonesia. Salah satunya Kurniawan Dwi Yulianto. Lantaran Ketum PSSI dinilainya harus paham sepak bola di Indonesia dan profesional. Besar harapan Arifin, pengurus PSSI tak rangkap jabatan. Apalagi masih ada beberapa nama yang memiliki kepentingan di klub juga ada di PSSI.
"Semoga sepak bola di Indonesia lebih bersih dan berkembang. Jadi Macan Asia lagi yang disegani tim lawan," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
