
Manajemen Mitra Kukar akan coba memperbaiki kedekatan dengan suporter yang sempat merenggang. (Donny Aditya/Kaltim Post)
JawaPos.com - Jumlah penonton di Stadion Aji Imbut menjadi yang kedua tersedikit sepanjang pergelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Jika diperincikan, setiap pertandingan, Aji Imbut hanya terisi 15,20 persen dari kapasitasnya yang mencapai 45 ribu penonton.
Salah satu sumber pemasukan tim seharusnya lahir dari penjualan tiket pertandingan. Berbagai alasan mencuat terkait turunnya minat suporter untuk datang ke Aji Imbut. Sepekan terakhir, Tim Riset Kaltim Post (Jawa Pos Group) menggali informasi tersebut.
Dari hasil survei, sebagian besar masyarakat Kukar mengatakan salah satu alasan malas ke stadion karena menganggap tidak memiliki kedekatan dengan Naga Mekes. Ada pula menyebut karena Aji Imbut tidak terletak di pusat Tenggarong. “Rata-rata mereka mengatakan kurang ada ikatan emosional antara tim dan pendukung. Sehingga untuk datang ke stadion mereka malas,” ujar Koordinator Tim Riset Kaltim Post Erizal Respatti.
Meski demikian, lokasi stadion yang terletak di Tenggarong Seberang secara statistik tidak terlalu menjadi masalah. Hanya sebagian kecil responden yang mengatakan perpindahan Mitra Kukar dari Stadion Rondong Demang ke Aji Imbut memengaruhi minat penonton untuk hadir. “Jumlah responden yang menyoal jarak menuju Aji Imbut hanya sekitar 18 persen. Sisanya masih bersedia datang ke stadion,” imbuh alumnus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Mulawarman (Unmul) itu.
Dari hasil survei, mayoritas masih mencintai Mitra Kukar dan bersedia hadir ke Aji Imbut meski letaknya tidak di pusat kota. Tapi, perlu diingat, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlanjut. Sebab, meski jumlah responden yang menyoal jarak ke Aji Imbut hanya segelintir, tetap saja menjadi ancaman bagi pendapatan klub musim depan.
Jika kilas balik ke beberapa tahun ke belakang, sebenarnya Mitra Kukar memiliki banyak pendukung. Bahkan, saat ISL 2013, stadion tetap terisi minimal setengah kapasitas meski saat itu tidak mudah menjangkau lokasi. Kala itu, jembatan penghubung Tenggarong-Tenggarong Seberang rubuh. Menyeberang menggunakan perahu, tidak menghalangi minat suporter mendukung tim kesayangan.
Sayangnya, setelah PSSI dibekukan Kemenpora 2015, sedikit banyak mengikis kecintaan mereka terhadap tim kuning-kuning. Jembatan Kartanegara kembali tersambung tapi belum bisa menghidupkan gairah penonton ke stadion. “Salah satu cara menarik minat mereka, Mitra Kukar harus berinovasi,” jelas Erizal.
Manajemen Mitra Kukar berjanji lebih mendekatkan diri dengan pendukung pada musim depan. Sejumlah agenda yang bersentuhan langsung dengan masyarakat Kukar telah digagas. Salah satunya, wacana menggelar kegiatan bertajuk Mitra Kukar Tur Kecamatan dan Mitra Kukar Goes to School.
“Kami mencoba mengabulkan keinginan masyarakat agar lebih dekat dengan mereka. Semoga ke depan Mitra Kukar menjadi milik semua warga Kukar,” ujar Direktur Operasional Mitra Kukar Suwanto.
Sudah seharusnya tim Kota Raja merebut hati pendukungnya musim depan. Mendengarkan suara pendukung menjadi sebuah keharusan agar klub memiliki ikatan kuat dengan suporter.
“Target kami ke depan adalah mengubah persepsi masyarakat terhadap Mitra Kukar yang dinilai kurang bersosialisasi. Terpenting saat ini kami tahu apa yang diinginkan mereka (masyarakat Kukar) agar bisa membaur dengan tim ini,” imbuh Suwanto.
Jafri Sastra mendukung penuh keinginan manajemen Mitra Kukar mendekatkan diri dengan pendukungnya. Apalagi, eks pelatih Persipura Jayapura itu pernah melakukan hal serupa saat menangani Semen Padang. Walhasil, pelatih 51 tahun itu hingga kini masih dicintai sebagian besar pendukung Kabau Sirah, julukan Semen Padang. “Sebagai sebuah tim sudah seharusnya kita punya ikatan batin dengan pendukung. Kami akan lakukan itu musim depan,” kata Jafri. (don/bby/k8/ira/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
