
Mikael Tata. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemain muda Persebaya Surabaya yang berposisi sebagai bek sayap, Mikael Alfredo Tata, mulai menata masa depannya di luar lapangan hijau.
Di tengah kesibukannya menjalani kompetisi BRI Super League, pemain berusia 21 tahun itu resmi tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).
Keputusan Mikael Tata kuliah jurusan Manajemen bukan sekadar formalitas. Ia ingin memiliki bekal pengetahuan bisnis sebagai persiapan jangka panjang setelah karier sepak bolanya berakhir. Dunia usaha dinilai menjadi bidang yang sesuai dengan rencana masa depanya setelah selesai karirnya sebagai pemain sepakbola.
Sebagai seorang atlet profesional, Tata menyadari masa bermain pesepak bola tidak panjang.
Cedera, persaingan, dan faktor usia menjadi tantangan yang tak bisa dihindari. Karena itu, pendidikan tinggi menjadi langkah strategis agar tetap memiliki fondasi kuat saat tak lagi aktif sebagai pemain profesional.
Program beasiswa atlet penuh yang diterimanya di UMS Surabaya memberi ruang bagi Tata untuk menyeimbangkan kuliah dengan karirnya sebagai seorang atlet profesional.
Sistem perkuliahan dirancang fleksibel sehingga tidak mengganggu agenda pertandingan maupun latihanya bersama Persebaya.
Langkah Tata ini menambah daftar pemain Persebaya yang mulai sadar pentingnya pendidikan.
Di tengah ketatnya jadwal BRI Super League dan tuntutan selalu menampilkan performa yang baik, manajemen waktu menjadi kunci agar keduanya berjalan beriringan. Disiplin di lapangan kini juga diterapkan dalam kehidupan akademiknya.
Memilih jurusan Manajemen dinilai tepat bagi atlet yang ingin terjun ke dunia bisnis. Ilmu tentang pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga manajemen sumber daya manusia dapat menjadi bekal membangun usaha secara profesional. Dengan latar belakang keluarga yang memiliki usaha, minat Tata di bidang ini semakin kuat.
Di sisi lain, kampus juga mendapat nilai tambah dengan hadirnya atlet profesional di lingkungan akademik.
Kolaborasi antara dunia olahraga dan pendidikan menjadi contoh bahwa karier dan studi tidak harus saling mengorbankan.
Musim ini, Mikael Tata masih menjadi bagian penting dari rotasi pemain Persebaya di sektor bek sayap.
Performa konsisten di lapangan diharapkan sejalan dengan pencapaiannya di bangku kuliah. Kombinasi pengalaman kompetisi dan wawasan manajerial bisa menjadi modal besar ketika ia memutuskan membangun bisnis sendiri.
Langkah ini sekaligus mengirim pesan positif bagi pesepak bola muda lainnya. Karier profesional memang penting, tetapi perencanaan masa depan jangan sampai ditinggalkan.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
