
Alex Martins bisa rusak tren positif Persebaya Surabaya bersama Dewa United. (Persebaya)
JawaPos.com — Lima mesin gol Dewa United siap menjadi ancaman serius yang berpotensi merusak tren positif Persebaya Surabaya di era Bernardo Tavares. Laga pekan ke-19 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo bukan sekadar duel tiga poin, tetapi juga ujian konsistensi bagi Green Force yang sedang menanjak.
Persebaya Surabaya datang ke pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi usai mencatatkan 11 laga tak terkalahkan.
Rangkaian hasil positif itu menjadi sinyal kebangkitan setelah fase transisi kepelatihan yang sempat membuat ritme permainan terganggu.
Di sisi lain, Dewa United tidak berangkat ke Surabaya dengan tangan kosong. Tim asuhan Jan Olde Riekerink justru sedang membangun momentum performa yang kian stabil dan menjanjikan.
Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink yakin timnya bisa segera tampil konsisten mendapatkan poin pada sisa kompetisi Super League 2025/2026.
Kepercayaan itu muncul setelah grafik permainan tim terus menunjukkan tren meningkat dalam beberapa laga terakhir.
Riekerink menilai performa timnya semakin solid seiring berjalannya kompetisi. Konsistensi dianggap hanya tinggal menunggu waktu sebelum benar-benar terwujud.
"Sejak laga terakhir, kami mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Ini hanya soal waktu hingga kami mendapatkan poin secara konsisten dan kembali ke performa yang seharusnya," ujar Riekerink.
Pelatih berkebangsaan Belanda itu juga menyoroti aspek mentalitas sebagai kekuatan utama timnya. Menurutnya, sikap dan karakter pemain menjadi pembeda saat menghadapi laga-laga sulit.
"Sikap dan mentalitas tim inilah yang membuat kami mampu memenangkan pertandingan. Sekali lagi, ini bukan laga yang mudah, dan saya juga memberikan pujian untuk Arema," sambung dia.
Kemenangan 2-0 atas Arema FC pada pekan ke-18 menjadi bukti konkret progres Dewa United. Dua gol Alex Martins di laga tersebut menegaskan efektivitas lini depan mereka.
Dalam lima pertandingan terakhir, Dewa United mencatatkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Catatan ini memperlihatkan stabilitas yang mulai terbangun menjelang fase krusial kompetisi.
Riekerink juga menyinggung faktor kandang sebagai bagian dari evaluasi tim. Stadion Internasional Banten dinilai masih perlu penyesuaian agar benar-benar mendukung identitas permainan Dewa United.
"Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami. Ini adalah kandang kami dan stadion kami, sehingga kami ingin bisa bermain sesuai identitas tim. Saya berharap ke depan ada perubahan untuk laga-laga selanjutnya," jelas Riekerink.
Namun fokus utama kini tertuju pada laga tandang ke Surabaya. Dewa United dijadwalkan menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026) pukul 19.00 WIB.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
