Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 18.18 WIB

Bongkar Peran 'Kucing dan Anjing' di Persebaya Surabaya! Simak Rahasia Duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski!

Duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski bikin lini belakang Persebaya Surabaya sulit ditembus. (Persebaya) - Image

Duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski bikin lini belakang Persebaya Surabaya sulit ditembus. (Persebaya)

JawaPos.com — Peran kucing dan anjing di Persebaya Surabaya kini menjadi topik menarik jelang duel melawan Dewa United pada pekan ke-19 Super League 2025/2026. Rahasia duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski perlahan terungkap seiring kokohnya lini belakang Green Force di beberapa laga terakhir.

Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026). Laga ini menjadi ujian lanjutan bagi soliditas duet bek tengah asing yang kian padu tersebut.

Performa Leo Lelis dan Risto Mitrevski mencuri perhatian saat Persebaya Surabaya menang telak 3-0 atas PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18.

Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, mereka sukses meredam tekanan Laskar Mataram sepanjang laga.

Kemenangan tanpa kebobolan itu bukan sekadar hasil akhir, tetapi cerminan struktur pertahanan yang rapi dan disiplin. Duet Lelis dan Mitrevski menunjukkan keseimbangan peran yang jarang dimiliki pasangan bek tengah.

Dalam sepak bola modern, duet bek tengah ideal sering dibagi dalam analogi kucing dan anjing. Analogi ini menggambarkan dua karakter bertahan yang saling melengkapi dalam satu garis pertahanan.

Anjing digambarkan sebagai sosok agresif, impulsif, dan haus duel. Tipe ini gemar keluar dari posisinya untuk merebut bola secepat mungkin dan membersihkan area berbahaya.

Sebaliknya, kucing identik dengan ketenangan dan kecerdikan membaca permainan. Mereka menunggu momen tepat, menjaga posisi, lalu merebut bola secara efisien tanpa banyak risiko.

Leo Lelis tampil sebagai figur “kucing” di jantung pertahanan Persebaya Surabaya. Bek asal Brasil itu lebih sering mengandalkan positioning, akurasi umpan, dan ketenangan saat ditekan lawan.

Statistik Lelis saat menghadapi PSIM mempertegas peran tersebut dengan akurasi umpan mencapai 84 persen. Ia mencatat dua intersep, satu sapuan, dan satu blok tembakan tanpa harus terlalu sering melakukan duel keras.

Dalam distribusi bola, Lelis hanya melepas enam umpan tetapi lima di antaranya tepat sasaran. Efisiensi ini membantu Persebaya Surabaya membangun serangan dari belakang dengan lebih rapi.

Risto Mitrevski berperan sebagai “anjing” yang siap bertarung di area pertahanan. Bek asal Makedonia Utara itu agresif, berani duel, dan tak ragu membuang bola dari zona berbahaya.

Catatan tujuh sapuan dan dua blok tembakan menunjukkan betapa sibuknya Mitrevski menjaga kotak penalti. Meski akurasi umpannya hanya 46 persen, perannya lebih fokus pada mematahkan serangan lawan.

Mitrevski juga disiplin dalam duel dengan hanya sekali melakukan pelanggaran sepanjang laga. Kombinasi keberanian dan determinasi membuatnya layak dinobatkan sebagai Player of The Match.

Usai laga, Mitrevski menegaskan kemenangan tim sebagai hal utama. “Pertama sekali, yang paling penting adalah kita menang di pertandingan,” ujarnya dengan nada tegas.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore