Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Desember 2025 | 04.55 WIB

Pengakuan Dosa Divaldo Alves! Persijap Jepara Dibabat Habis Persebaya Surabaya 4-0 di GBT

Divaldo Alves akui Persebaya Surabaya tampil lebih baik dari pada Persijap Jepara. (Persijap Jepara) - Image

Divaldo Alves akui Persebaya Surabaya tampil lebih baik dari pada Persijap Jepara. (Persijap Jepara)

JawaPos.com — Pengakuan Dosa Divaldo Alves! Persijap Jepara Dibabat Habis Persebaya Surabaya 4-0 di GBT menjadi cerita utama dari laga tunda pekan kelima Super League 2025/2026. Kekalahan telak di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (28/12/2025), memaksa pelatih Persijap Jepara itu membuka evaluasi dengan jujur.

Divaldo Alves tanpa banyak berkelit mengakui Persebaya Surabaya tampil jauh lebih efektif sepanjang pertandingan.

Ia menyebut keunggulan efektivitas itu menjadi pembeda utama yang membuat Persijap pulang dengan tangan hampa.

"Persebaya hari ini lebih efektif daripada kami, ini jadi pelajaran buat tim saya,” kata Divaldo Alves, Minggu (28/12/2025). Pernyataan tersebut menggambarkan penerimaan atas hasil pahit yang harus ditelan timnya.

Empat gol tanpa balas menjadi cerminan dominasi Persebaya Surabaya yang mampu memaksimalkan setiap celah. Di sisi lain, Persijap Jepara gagal mengonversi peluang yang sempat hadir, terutama pada paruh pertama laga.

Menurut Divaldo, kualitas Persebaya Surabaya terlihat jelas dari cara mereka mengelola transisi serangan. Setiap kesalahan kecil Persijap langsung dibayar mahal lewat penyelesaian yang klinis.

Persijap sebenarnya tidak tampil buruk sejak awal pertandingan. Struktur permainan dinilai cukup rapi, terutama di lini tengah dan pertahanan yang sempat membuat Persebaya Surabaya kesulitan mengembangkan permainan.

“Dari awal tim kami lebih rapi, di zona tengah dan belakang kami lebih kompak, ada beberapa peluang dan kombinasi yang kami latih,” ujarnya.

Peluang-peluang itu sayangnya tak berujung gol dan justru menjadi penyesalan di akhir laga.

Babak pertama berjalan relatif seimbang dengan intensitas tinggi dari kedua tim. Persijap mampu menahan gempuran tuan rumah meski tetap berada dalam tekanan atmosfer GBT.

Memasuki babak kedua, situasi pertandingan berubah signifikan. Persijap mulai berani keluar menekan demi mengejar ketertinggalan yang sudah terjadi.

Divaldo menyebut keputusan menaikkan garis tekanan sebagai upaya realistis untuk mencari gol. Risiko dari strategi tersebut akhirnya harus dibayar mahal oleh lini belakang Persijap.

Ruang yang terbuka dimanfaatkan Persebaya Surabaya dengan sangat efektif. Serangan balik cepat menjadi senjata mematikan yang kembali berbuah gol demi gol.

Pada kondisi tertinggal 2-0, pemain Persijap semakin agresif dan mencoba bermain lebih terbuka. Tekanan itu tidak cukup untuk mengganggu ritme Persebaya Surabaya yang tampil tenang dan matang.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore