Pelatih Persib Bojan Hodak saat memimpin latihan di lapangan. (Dok. Persib)
JawaPos.com- Persib Bandung akhirnya menulis sejarah baru di bawah komando Bojan Hodak. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pertemuan di kompetisi resmi, Maung Bandung sukses menaklukkan Bali United di kandangnya sendiri.
Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (1/11), Persib meraih kemenangan tipis namun bersejarah dengan skor 1-0. Gol tunggal Andrew Jung pada menit ke-84 menjadi pembeda sekaligus mengakhiri kutukan yang selama ini membayangi tim biru Bandung setiap kali bertandang ke Pulau Dewata.
Kemenangan itu terasa istimewa bukan hanya karena skor, tapi juga karena Persib akhirnya mampu mematahkan mitos buruk yang terus menghantui mereka bertahun-tahun. Namun, pelatih Bojan Hodak menegaskan dirinya sama sekali tak ingin terbebani oleh sejarah masa lalu.
"Menurut saya, itu hal yang sudah berlalu dan saya tidak pernah melihat ke belakang. Saya melihat ke depan. Masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan bisa," ujar Hodak yang dilansir dari laman resmi klub.
Pelatih asal Kroasia itu mengakui sering mendengar berbagai anggapan miring soal hal-hal yang dianggap mustahil dilakukan Persib. Mulai dari sulitnya juara bersama pelatih asing, peluang juara beruntun, hingga mitos tak pernah menang di kandang Bali United.
Namun bagi Hodak, semua itu hanya omongan yang tak perlu dibesar-besarkan.
"Mereka bilang tim ini tidak bisa mengalahkan Bali. Tapi sekarang kami bisa. Selalu ada semacam kutukan, tapi bagi saya itu cuma cerita masa lalu," ucapnya tegas.
Selain sukses memutus rekor buruk, Hodak juga menyoroti kokohnya pertahanan Persib dalam laga tersebut. Ia menilai barisan belakang tampil luar biasa berkat kehadiran pemain anyar asal Italia, Federico Barba, yang memberi stabilitas dan ketenangan di lini pertahanan.
"Dia (Barba) membawa stabilitas karena merupakan sosok pemimpin. Julio (Cesar) dan Pato (Patricio Matricardi) adalah dua pemain yang sangat bagus, tapi mereka mungkin masih terlalu pendiam," ungkap Hodak.
Menurutnya, sosok seperti Barba sangat dibutuhkan untuk menjaga komunikasi dan konsistensi di lini belakang.
"Pato bermain fantastis, tapi dia bukan tipe yang banyak bicara di lapangan. Sedangkan Barba tahu kapan harus mengatur, memanggil rekan setim, dan memberi instruksi," lanjut sang pelatih.
Bagi Hodak, pengalaman dan kemampuan membaca permainan Barba menjadi kunci pertahanan Persib yang semakin solid.
"Dia pemain berpengalaman dan sangat bagus dalam membaca permainan. Secara teknis juga baik saat memegang bola, dan itu membantu kami membangun serangan dari belakang," jelasnya.
Kemenangan bersejarah atas Bali United pun menjadi simbol perubahan besar yang dibawa Bojan Hodak ke tubuh Persib. Bukan hanya menghapus kutukan masa lalu, tetapi juga menegaskan bahwa Maung Bandung kini tengah menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022