Eduardo Perez bongkar jimat keramatnya di Persebaya Surabaya jelang hadapi Persija Jakarta. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Jumat (24/10/2025) di pekan ke-10 Super League 2025/2026. Laga ini menjadi momentum penting bagi Green Force untuk kembali ke jalur kemenangan setelah hasil buruk di pekan sebelumnya.
Kekalahan 1-3 dari Persija Jakarta di kandang sendiri membuat suasana di ruang ganti Persebaya Surabaya terasa berat. Para pemain terlihat kecewa, sementara pelatih Eduardo Perez harus memutar otak untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.
Eduardo tak menampik hasil itu sangat mengecewakan. Namun ia menegaskan tak ingin timnya larut dalam kekecewaan karena perjalanan musim masih panjang dan peluang untuk bangkit tetap terbuka lebar.
“Pada pertandingan hari ini (melawan Persija), tentu saja kami merasa sangat buruk. Tetapi mulai besok, kami harus bersama dan bekerja sangat keras untuk laga berikutnya,” ucap Eduardo seusai pertandingan.
Pelatih asal Spanyol itu kini mengalihkan seluruh fokus ke duel kontra PSBS Biak. Ia sadar, pertandingan nanti bukan sekadar laga biasa, tetapi ujian penting untuk menjaga asa Persebaya Surabaya di papan tengah klasemen.
Dalam sepekan ke depan, Eduardo ingin memanfaatkan waktu persiapan secara maksimal. Tim pelatih sudah menyiapkan program latihan khusus untuk memperbaiki berbagai kelemahan yang terlihat saat melawan Persija.
Persebaya Surabaya memang perlu berbenah di banyak aspek, mulai dari penyelesaian akhir hingga koordinasi lini belakang.
Gol-gol mudah yang bersarang ke gawang sendiri menjadi pelajaran berharga agar kesalahan serupa tak terulang.
“Tentu saja kami akan menganalisis pertandingan tersebut. Kami perlu meningkatkan diri,” kata Eduardo dengan nada tegas.
Analisis mendalam terhadap performa tim akan menjadi dasar bagi perbaikan taktik dan strategi.
Eduardo ingin para pemain memahami kesalahan masing-masing dan menjadikannya motivasi untuk tampil lebih disiplin di laga berikutnya.
Mental juga menjadi perhatian utama pelatih berusia 48 tahun itu. Ia menilai semangat juang dan kekompakan tim harus tetap terjaga meski sedang diterpa hasil buruk.
“Kami akan belajar dari laga melawan Persija dan bekerja keras untuk pertandingan berikutnya,” tegas Eduardo.
Konsistensi menjadi kunci agar Green Force tidak semakin terpuruk di klasemen. Kekalahan demi kekalahan hanya akan menurunkan moral tim dan membuat tekanan dari suporter semakin besar.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
