
Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers, (Dok. PSSI)
JawaPos.com-PSSI resmi memperkenalkan Alexander Zwiers sebagai direktur teknik dalam sesi konferensi pers di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (25/8) malam WIB. Sebagai direktur teknik, Alex diberi tugas untuk mengawal pengembangan sepak bola di Tanah Air.
Pria berkebangsaan Belanda itu akan mengisi kursi yang sebelumnya ditempati Indra Sjafrie sebagai Plt Direktur Teknis PSSI. Alex akan bertugas usai diperkenalkan kepada publik.
Alexander Zwiers telah memiliki pengalaman internasional selama 23 tahun dalam pengembangan sepak bola sebagai pengarah teknis. Terkini, dia menghabiskan enam tahun sejak 2019 sebagai direktur teknis Yordania.
Selama berada di bawah pengawasannya, Yordania berhasil menapaki tangga kesuksesan yang menjadi sejarah baru bagi negara tersebut. Yakni sebagai runner-up di Piala Asia 2023 dan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 untuk pertama kali.
Dalam wawancara eksklusif yang disiarkan dalam kanal YouTube PSSI TV, Alex membeberkan strategi yang ia kerjakan selama berada di Yordania. Sorotan utamanya adalah tentang pembangunan talenta lokal dan integrasi pendidikan kepelatihan.
"Kami benar-benar membangun jalur pengembangan lokal sehingga bakar asli memiliki kesempatan untuk menjadi pemain utama di tim nasional," tutur Alex.
Pemain-pemain muda, menurut dia, harus terhubung dengan tim utama supaya mempermudah pemantauan. Selama enam tahun bertugas di Yordania, dia dan tim berhasil mengembangkan 4.000 talenta muda yang kemudian menjadi tulang punggung tim senior.
"Penting untuk memiliki basis pemain yang besar, yang masuk dalam piramida sepak bola agar pada akhirnya yang terbaiklah yang bermain," lanjut dia.
Tolok ukur yang dia gunakan adalah seberapa banyak pemain muda yang melakoni debut dengan tim senior atau mendapat kesempatan berlatih bersama mereka. Serta bagaimana agar tim utama dapat mentas di level tertinggi.
Selain itu, Alex juga menyebut sistem pendidikan kepelatihan sebagai salah satu kunci suksesnya di Yordania. Sistem ini penting untuk memastikan integrasi ide dan kurikulum menurun secara utuh dari level pusat hingga akar rumput.
"Kami melipatgandakan jumlah (pelatih) dengan spesialis lokal dari level pro sampai C. Dari akar rumput sampai profesional," ungkap Alex.
menurut dia, pengembangan sepak bola tidak hanya krusial bagi peningkatan performa, tetapi juga pembangunan sosial. Sesuatu yang mesti dijalankan secara berkelanjutan agar dapat menciptakan mimpi di tengah masyrakat.
"Ini bukan soal tim, melainkan tentang sistem. Dan jika Anda memiliki sistem yang berkelanjutan, Anda dapat menciptakan mimpi. Mimpi anak-anak untuk menjadi pemain profesional atau berseragam tim nasional," tandas Alexander Zwiers.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
