
Bung Ferry kini ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta di Super League 2025/2026. (FOTO: Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Salah satu pendiri kelompok suporter The Jakmania, Ferry T. Indrasjarief atau yang akrab disapa Bung Ferry mendapatkan posisi baru di Persija Jakarta. Ia kini dipercaya manajemen untuk menjadi ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan Macan Kemayoran di Super League.
Penunjukkan Bung Ferry sebagai ketua panpel Persija terbilang menarik. Sebab dirinya adalah Ketua Umum The Jakmania dalam empat periode berbeda. Yakni 1999-2001, 2001-2003, 2003-2005, dan 2017-2020.
Bung Ferry mengaku sempat mikir-mikir saat ditawari jabatan jadi ketua panpel Persija. Tapi dia akhirnya menerimanya demi Macan Kemayoran dan menganggap tugas barunya sebagai sebuah tantangan.
"Iya, ini sebetulnya, mikirnya lama banget ya bersedia apa enggak jadi ketua panpel. Tapi ini tantangan baru. mudah-mudahan gitu ya," katanya ditemui di kawasan Jakarta Utara jelang laga perdana Persija kontra Persita Tangerang, Minggu (10/8).
Lantas apa yang ingin dilakukan dan diharapkan Bung Ferry setelah terpilih sebagai Ketua Panpel Persija Jakarta di Super League? Dia mengaku sudah tahu apa yang harus dibenahi.
"Kalau gue lihat selama ini setelah gue evaluasi pertandingan kayaknya memang ada komunikasi yang tidak berjalan dengan baik. Jadi kebetulan gue banyak kenal sama anak-anak Jakmania," terang Bung Ferry.
"Gue berharap anak-anak Jakmanka juga untuk ke depannya kalau ada apa-apa bisa komunikasi langsung sama gue," imbuhnya.
Menurut Bung Ferry, persoalan komunikasi itu bisa diselesaikan dengan cara berdiskusi. Dia pun siap melakukan itu, bahkan bersedia untuk menghampiri markas-markas Korwil The Jakmania untuk menampung aspirasi. Hal itu pun sudah dia lakukan sejak terpilih.
"Jadi gue berharap gue bisa dapat masukan-masukan, kritikan-kritikan, dan terutama usulan-usulan juga untuk ke depannya bagaimana yang baiknya," ungkap dia.
"Karena kadang-kadang mereka maunya begini, tapi kan ada regulasi-regulasi yang membatasi itu. Nah, regulasi ini mungkin yang tidak tersampaikan ke suporter. Nah, itu yang harus kita adakan, pembicaraan yang bisa lebih blak-blakan," tambah Ferry.
Bung Ferry juga percaya latar belakangnya sebagai pentolan The Jakmania dapat jadi solusi dalam melakikan pendekatan dengan seluruh suporter.
"Ya, harapannya seperti itu. Karena gue berasal dari suporter, gue berasal dari mereka. Gue banyak tahu mengenai mereka dan gue banyak tahu juga perasaan gue sendiri. Ketika gue menerima ini aja, gue juga punya tantangan buat gue. Karena apa? Banyak sekali regulasi-regulasi yang sebetulnya bagi gue kok gak asik gitu ya? Tapi ya gimana gitu kan, katanya demi persija apapun kulakukan," tuturnya.
"Akhirnya itu yang gua coba hadapin yang ini bagi gua ini satu tantangan. Kalo memang kita demi persija ya gua harus melakukan hal-hal kayak gini. Keliatannya memang Persija butuh gua mungkin untuk menangani hal-hal yang kayak gini. Jadi gua berharap, kedepannya kita bisa komunikasi lebih lancar lagi," jelas Bung Ferry menambahkan.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
