Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 16.09 WIB

Deretan Pemain U-22 Liga 1 yang Layak Dipantau untuk Timnas Indonesia Masa Depan

Salah satu pemain U-22 di Liga 1. (Dok. LIB) - Image

Salah satu pemain U-22 di Liga 1. (Dok. LIB)

JawaPos.com–Musim 2024/25 BRI Liga 1 memperkenalkan kebijakan penting untuk regenerasi pemain nasional melalui regulasi pemain U-22. Dalam aturan resmi yang tertuang di pasal 22 ayat 3 Regulasi Liga 1 2024/25, seluruh klub diwajibkan menurunkan minimal satu pemain berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) U-22 di starting XI dengan waktu bermain setidaknya 45 menit per pertandingan.

Selain itu, pasal 26 mewajibkan setiap tim mendaftarkan setidaknya lima pemain U-22, dengan kelahiran maksimal 1 Januari 2003, dalam skuad resmi mereka. Hingga pekan ke-22 musim ini, total 136 pemain U-22 telah tercatat dalam daftar susunan pemain (DSP) berbagai klub di Liga 1.

Namun, hanya sekitar 60 persen dari mereka yang benar-benar mendapatkan menit bermain, sementara sisanya belum berkontribusi di lapangan. Berdasar distribusi posisi, 37 persen berstatus gelandang, 26 persen sebagai bek, 22 persen penyerang, dan hanya 15 persen yang berperan sebagai penjaga gawang.

Di posisi kiper, yang terkenal sulit ditembus pemain muda karena dominasi pemain senior atau asing, hanya tiga dari 21 kiper U-22 yang mencatat menit bermain. Husna Al Malik Riwani Saputra dari Persik Kediri menjadi yang terdepan dengan total 360 menit dan skor performa 91 (dari total 100). Daffa Fasya Sumawijaya (Borneo FC) dan Muh. Ardiansyah (PSM Makassar) juga tampil menjanjikan meskipun waktu bermainnya masih terbatas.

Untuk posisi bek, Kakang Rudianto (Persib Bandung) mencuri perhatian sebagai pemain bertahan U-22 terbaik dengan 999 menit bermain dan skor 91. Bek tengah ini tampil konsisten dan menjadi andalan pertahanan Persib.

Selain dia, Achmad Maulana Syarif (Arema FC) dan Kadek Arel Priyatna (Bali United FC) juga mendapat kepercayaan reguler dari pelatih masing-masing.

Di lini tengah, Arkhan Fikri (Arema FC) tampil luar biasa dengan 1.444 menit bermain dan skor 87. Gelandang kreatif ini menjadi penghubung vital di lini tengah Singo Edan.

Dua nama lain yang juga konsisten di sektor ini adalah I Made Tito Wiratama (Bali United FC) dan Rivaldo Enero Pakpahan (Borneo FC), yang sama-sama menunjukkan kematangan permainan di usia muda.

Sementara itu, lini serang dipimpin Althaf Indie Alrizky (Persis Solo) sebagai penyerang muda terbaik. Dengan total 1.492 menit bermain dan skor 76, dia menjadi andalan lini depan Laskar Sambernyawa.

Muhammad Arham Darmawan (PSM Makassar) dan Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya) juga layak diperhitungkan untuk proyeksi timnas masa depan.

Data Transfermarkt menunjukkan, nilai pasar pemain seperti Kakang Rudianto dan Arkhan Fikri terus mengalami kenaikan. Kakang kini sudah sering mendapat panggilan ke timnas U-23, bahkan sempat masuk ke dalam skuad senior saat laga persahabatan.

Regulasi U-22 ini sejatinya menjadi katalis penting dalam mendorong transformasi sepak bola Indonesia. Klub-klub yang serius membina dan memberi menit bermain pada pemain muda seperti Persib, Arema, dan Bali United, kini menjadi contoh yang baik. Diharapkan, upaya ini bisa menjadi fondasi kuat bagi kemajuan prestasi Timnas Indonesia di level Asia dan dunia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore