Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, dalam konferensi pers, Kamis, (15/5/2025). (Dok. LIB)
JawaPos.com - Persoalan klasik dalam dunia sepak bola nasional, yakni penunggakan gaji pemain, kembali mencuat di gelaran BRI Liga 1 musim 2024/2025. Meski sejumlah perbaikan telah dilakukan, nyatanya masih ada klub-klub yang belum mampu memenuhi kewajiban finansial mereka secara tepat waktu.
Salah satu kasus paling menonjol terjadi di tubuh PSIS Semarang. Klub berjuluk Mahesa Jenar ini bahkan secara terbuka menjadi sorotan setelah sejumlah pemainnya menyampaikan keluhan mereka terkait gaji yang belum dibayarkan. Kondisi ini diduga turut berdampak pada performa tim di lapangan, yang berujung pada degradasi PSIS dari Liga 1 musim ini.
Selain PSIS, PSM Makassar juga disebut mengalami situasi serupa. Sang pelatih, Bernardo Tavares, beberapa kali menyampaikan keluhan secara terbuka terkait hak-hak pemain dan staf yang belum ditunaikan. Meskipun tidak secara eksplisit memberikan pernyataan resmi, Persija Jakarta juga santer diberitakan mengalami keterlambatan pembayaran gaji kepada pemainnya.
LIB Akui Masih Ada Masalah, tapi Menyebut Situasi Membaik
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, mengakui bahwa penunggakan gaji masih terjadi di BRI Liga 1 2024/2025. Namun, ia menegaskan bahwa secara statistik, angka kasus tersebut mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.
"Jika melihat ke belakang, masalah ini memang terus muncul. Tapi dari catatan kami, tren kasus tunggakan gaji sudah menurun cukup signifikan dalam dua musim terakhir," ujar Ferry dalam keterangan pers di Jakarta (15/5/2025).
Menurutnya, penurunan ini tak lepas dari mekanisme pencairan dana kontribusi yang lebih ketat dari LIB. Klub-klub yang tidak menyelesaikan kewajiban gaji terhadap pemain dan ofisial bisa dikenai penahanan atau pemotongan dana kontribusi yang diberikan oleh operator liga.
Dana Kontribusi Jadi Alat Kontrol Finansial Klub
Sejak musim lalu, LIB mulai menerapkan sistem pemotongan dana kontribusi untuk klub-klub yang tidak patuh terhadap kewajiban finansial.
Dana ini diberikan secara bertahap sepanjang musim dan dapat ditangguhkan jika klub kedapatan menunggak pembayaran.
“Kami sudah meningkatkan nominal kontribusi yang diberikan kepada klub. Tapi klub juga harus memenuhi syarat, termasuk pembayaran gaji. Jika tidak, maka kontribusi akan ditahan,” tegas Ferry.
Terlepas dari pernyataan PT LIB, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) terus mendesak transparansi lebih tinggi dari klub dan otoritas liga. Dalam laporan mereka sebelumnya, APPI menyebut bahwa perlindungan terhadap hak-hak pemain masih lemah, termasuk keterlambatan pelaporan dan penindakan yang lambat terhadap pelanggaran kontrak.
Dalam catatan APPI musim sebelumnya (2023/2024), sekitar 6 klub tercatat mengalami masalah finansial, dan hanya 3 yang akhirnya menyelesaikannya secara penuh setelah musim berakhir. Angka ini tampaknya memang mengalami penurunan, namun masih menyisakan kekhawatiran bahwa tidak ada jaminan kuat terhadap kesejahteraan pemain.
Masalah penunggakan gaji masih menjadi noda dalam penyelenggaraan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Meski PT LIB mengklaim telah terjadi penurunan kasus dan memperketat kontrol melalui dana kontribusi, masih adanya klub besar seperti PSIS, PSM, dan Persija yang terdampak menunjukkan bahwa sistem yang ada masih perlu diperkuat.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
