Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 03.36 WIB

Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta Didenda Komdis PSSI, Bonek dan Jakmania Serukan Hapus Larangan Away!

Suporter Persebaya Surabaya alias Bonek dan Suporter Persija Jakarta alias Jakmania. (Dok. Persebaya Surabaya) - Image

Suporter Persebaya Surabaya alias Bonek dan Suporter Persija Jakarta alias Jakmania. (Dok. Persebaya Surabaya)

JawaPos.com - Menjelang laga panas kontra Arema FC, Persebaya Surabaya harus menerima kenyataan pahit. Klub kebanggaan Bonek ini dijatuhi denda total Rp 75 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat pelanggaran yang terjadi saat pertandingan melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 12 April 2025. Laga tersebut berakhir imbang 1-1, namun meninggalkan catatan pahit dari sisi regulasi.

Sanksi pertama dijatuhkan karena kehadiran suporter Persebaya dalam laga tandang, yang bertentangan dengan regulasi Liga 1 musim 2024/2025. Aturan tersebut secara eksplisit melarang kehadiran suporter tim tamu demi mencegah potensi gesekan antarpendukung. Karena pelanggaran ini, Persebaya didenda Rp 25 juta.

Tak hanya Persebaya, panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta juga dijatuhi sanksi serupa sebesar Rp 25 juta. Komdis menilai panpel gagal mencegah kehadiran suporter lawan sehingga ikut bertanggung jawab dalam pelanggaran tersebut.

Namun, denda terbesar dijatuhkan karena aspek kedisiplinan pemain. Enam pemain Persebaya mendapat kartu kuning dalam satu pertandingan, sebuah catatan yang dianggap mencerminkan lemahnya kontrol dan kedisiplinan tim di lapangan. Akibatnya, Persebaya kembali dijatuhi denda tambahan sebesar Rp 50 juta.

Dengan demikian, total sanksi yang harus dibayar Persebaya mencapai Rp 75 juta hanya dari satu pertandingan. Kondisi ini menjadi tekanan tambahan bagi klub yang sedang mempersiapkan laga sarat gengsi menghadapi Arema FC dalam Derbi Jawa Timur.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan pendukung Persebaya. Bonek menilai bahwa larangan kehadiran suporter away justru kontraproduktif dan tidak menyentuh akar persoalan. Bagi mereka, kehadiran suporter seharusnya dianggap sebagai elemen penting dalam membangun atmosfer positif di stadion, bukan sebagai ancaman.

Manajemen klub pun diharapkan segera melakukan pembenahan, baik dari sisi disiplin pemain maupun pengelolaan suporter. Evaluasi menyeluruh menjadi penting agar klub tidak terus-menerus dirugikan secara finansial akibat sanksi berulang.

Di tengah gelombang kritik, muncul solidaritas unik dari dua basis suporter besar tanah air: Bonek dan Jakmania. Mereka sama-sama menyuarakan hal yang senada: sudah saatnya larangan suporter tandang dihapuskan.

Meski Persebaya dan Persija Jakarta dikenal sebagai rival klasik, namun insiden ini justru memperlihatkan bahwa para suporter dari kedua kubu memiliki satu aspirasi yang sama: mewujudkan sepak bola yang sehat, aman, dan inklusif. Baik Bonek maupun Jakmania kompak menyuarakan harapan agar PSSI segera mengevaluasi ulang aturan larangan suporter tandang yang dinilai tidak relevan dengan semangat pembinaan sepak bola modern.

 “Kalau suporter bisa tertib dan damai, kenapa masih ada larangan away? Jangan samakan semua dengan yang rusuh. Kami datang untuk mendukung, bukan bikin onar,” kata @bonekpendiam

 “Larangan away itu bukan solusi, cuma menghindari masalah tanpa menyelesaikannya. Yang harus dikelola itu edukasi suporter, bukan dikurung begini,” ujar @bonexperience1927.

“Bayangin, kami bela-belain jauh-jauh ke GBK, tapi malah klub yang kena denda. Padahal atmosfer pertandingan lebih hidup dan tetap damai. Kapan PSSI mau percaya sama suporter?” komentar @greenforce_berdiri

“Pertandingan lawan Persebaya kemarin adem kok. Bonek juga nggak bikin rusuh. Malah rame dan seru. Sayang banget kalau aturan away tetap diberlakukan.” sahut @jak.oranye28.

“Kita tuh suporter, bukan musuh negara. Masa mau dukung tim sendiri di luar kandang aja dilarang? Harusnya dikawal, bukan dibatasi,” kata @jaksolmania_1928.

“Persija vs Persebaya harusnya jadi contoh: bisa kok ada dua suporter besar di satu stadion dan tetap damai. Kenapa nggak dijadikan momentum hapus larangan?” tutup @ultrajakarta_

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore