Kiper Timnas Indonesia Ernando Ari. (Dok. Ernando Ari)
JawaPos.com — Timnas Indonesia tengah berada dalam era baru di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert. Perubahan ini membawa dampak besar bagi beberapa pemain yang sebelumnya menjadi andalan di era Shin Tae-yong.
Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Ernando Ari, kiper utama Persebaya Surabaya. Sejak kedatangan Maarten Paes dan selesainya proses naturalisasi Emil Audero, posisinya kian terpinggirkan.
Padahal, Ernando memiliki pengalaman cukup panjang bersama Timnas Indonesia. Dari 13 pertandingan yang ia jalani, ia mencatatkan lima clean sheet dan kebobolan 18 gol berdasarkan data Transfermarkt.
Namun kini, Ernando bahkan tidak masuk dalam daftar susunan pemain dalam dua laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026. Situasi ini menjadi pukulan telak bagi kiper yang sebelumnya selalu dipercaya menjaga gawang Garuda.
Perubahan tak hanya menimpa Ernando, tetapi juga Pratama Arhan. Bek asal Blora ini hampir selalu masuk skuad Timnas di era Shin Tae-yong, meski kerap hanya bermain di menit-menit akhir.
Keunggulan Arhan dalam lemparan ke dalam membuatnya sering menjadi senjata rahasia Timnas. Berkali-kali, lemparannya berbuah gol bagi Indonesia dalam berbagai turnamen internasional.
Di level klub, Arhan sebenarnya sedang menikmati kebangkitan kariernya bersama Bangkok United. Setelah periode sulit di Jepang dan Korea Selatan, ia akhirnya mendapat menit bermain reguler di Liga Thailand.
Namun, pencapaian tersebut tak cukup untuk mempertahankan tempatnya di Timnas. Pada dua laga terakhir, namanya sama sekali tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa Patrick Kluivert.
Perubahan ini menunjukkan Kluivert memiliki pendekatan berbeda dalam menyusun skuadnya. Beberapa pemain yang sebelumnya jadi langganan kini harus tersingkir demi nama-nama baru.
Nathan Tjoe-A-On, Rafael Struick, hingga Asnawi Mangkualam juga mengalami nasib serupa. Padahal, mereka masih tampil cukup baik di level klub, terutama Asnawi yang kini bermain reguler di Thai League 1 bersama Port FC.
Kehadiran pemain diaspora semakin memperketat persaingan di dalam Timnas Indonesia. Dengan kualitas yang lebih unggul, mereka otomatis menggeser posisi para pemain yang sebelumnya jadi andalan.
Namun, tersingkirnya para pemain lama bukan berarti akhir dari segalanya. Kompetisi masih panjang, dan kesempatan untuk kembali ke skuad Garuda tetap terbuka lebar bagi mereka.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
