Paul Munster harus mengakui rekor buruk barunya bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 musim ini. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan di Liga 1 2024/2025. Bermain di Stadion Manahan, Green Force harus mengakui keunggulan Persis Solo dengan skor 1-2.
Kekalahan ini semakin memperburuk tren negatif Persebaya Surabaya dalam enam laga terakhir. Dari enam pertandingan, Green Force hanya meraih satu poin dan menelan lima kekalahan.
Pada laga melawan Persis, Persebaya Surabaya sebenarnya memiliki beberapa peluang emas. Salah satunya melalui sepakan Francisco Rivera di awal babak kedua yang masih lemah sehingga mudah diamankan Muhammad Riyandi.
Namun, petaka datang di menit ke-53 saat Gilson Costa dikartu merah setelah melanggar Moussa Sidibe. Situasi ini langsung dimanfaatkan Persis yang unggul jumlah pemain untuk mencetak gol pembuka lewat Sidibe empat menit berselang.
Persebaya Surabaya sempat menyamakan skor melalui penalti Rivera setelah Malik Risaldi dijatuhkan di kotak terlarang. Namun, gol di menit ke-94 dari Ramadhan Sananta memastikan kemenangan tuan rumah.
Kekalahan ini membuat Persebaya Surabaya tertahan di peringkat ketiga dengan 38 poin. Selain itu, rentetan hasil buruk mulai menimbulkan tanda tanya besar soal masa depan Paul Munster.
Manajemen Persebaya Surabaya mengumumkan akan mengevaluasi posisi Munster dalam dua laga ke depan. Nasibnya akan ditentukan setelah pertandingan melawan PSBS Biak dan Dewa United.
Sejak memasuki putaran kedua, Persebaya Surabaya mengalami penurunan performa drastis. Tim yang sebelumnya solid di lini belakang kini justru rentan kebobolan.
Berdasarkan catatan, ada tujuh kekalahan terbesar Persebaya Surabaya selama era Paul Munster. Dalam tujuh laga ini, Persebaya Surabaya selalu kebobolan dengan selisih minimal dua gol.
Pada 25 Januari 2025, Persebaya Surabaya dibantai 0-3 oleh Barito Putera. Laga yang digelar di Stadion Demang Lehman ini menjadi salah satu kekalahan terbesar musim ini.
Seminggu sebelumnya, Persebaya Surabaya juga kalah 0-2 saat menjamu Malut United di Gelora Bung Tomo. Padahal, Persebaya Surabaya tampil lebih dominan dalam penguasaan bola.
Pada 11 Januari 2025, Green Force kembali takluk dari PSS Sleman dengan skor 1-3. Laga ini memperlihatkan betapa lemahnya koordinasi pertahanan Persebaya Surabaya.
Pada 28 Desember 2024, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor 0-2. Dalam laga ini, lini serang Persebaya terlihat kesulitan menembus pertahanan lawan.
Sebelumnya, pada 18 Oktober 2024, Persebaya Surabaya juga kalah 0-2 dari Persib Bandung di Liga 1 2024/2025. Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun dari Maung Bandung dalam setahun terakhir.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
