
Ong Kim Swee dan Paul Munster siap buktikan siapa pelatih medioker sebenarnya di laga Persis Solo vs Persebaya Surabaya. (Media Persebaya, Persis)
JawaPos.com — Duel Persis Solo kontra Persebaya Surabaya di pekan ke-22 Liga 1 Indonesia 2024/2025 bukan sekadar pertarungan antartim terpuruk. Laga ini juga jadi ajang pembuktian dua pelatih asing, Ong Kim Swee dan Paul Munster, yang tengah berusaha memperbaiki citra mereka.
Pertandingan di Stadion Manahan, Solo, Jumat (7/2/2025) pukul 19.00 WIB, menjadi ujian bagi kedua arsitek. Ong Kim Swee harus membangkitkan timnya dari keterpurukan, sedangkan Paul Munster ingin menjaga tren positif Persebaya Surabaya di papan atas.
Persebaya Surabaya baru saja bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang pada 31 Januari 2025 lalu. Hasil tersebut membuat Green Force tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 38 poin.
Sementara itu, Persis Solo semakin terpuruk usai kalah 0-2 dari Madura United pada 1 Februari 2025. Laskar Sambernyawa kini menjadi juru kunci Liga 1 dengan koleksi 14 poin dari 21 pertandingan.
Kondisi ini membuat laga nanti semakin menarik karena kedua tim memiliki ambisi besar. Persebaya Surabaya ingin menjaga peluang juara, sementara Persis Solo butuh kemenangan demi keluar dari zona degradasi.
Menariknya, Ong Kim Swee datang ke Persis Solo dengan tugas berat sejak ditunjuk pada 25 November 2024. Ia diharapkan bisa menyelamatkan Laskar Sambernyawa, tapi hasil di lapangan berbicara lain.
Dari 10 laga yang dipimpin Ong Kim Swee, Persis Solo hanya menang sekali. Sisanya berakhir dengan empat hasil imbang dan lima kekalahan, menghasilkan total tujuh poin.
Persis Solo di bawah asuhan Ong memiliki masalah serius dalam mencetak gol. Dari 10 laga, mereka hanya bisa mencetak tujuh gol, tapi sudah kebobolan 14 kali.
Awalnya, Ong mencoba menerapkan formasi 4-3-3 defending, tetapi skema itu gagal membawa hasil positif. Ia kemudian mengubahnya menjadi 4-4-2, yang akhirnya membawa kemenangan atas PSIS Semarang pada 20 Januari 2025.
Namun, perubahan formasi itu belum cukup mengangkat performa tim secara keseluruhan. Persis Solo tetap menjadi tim dengan lini serang terburuk di Liga 1 musim ini.
Sebagai pelatih, Ong Kim Swee sebenarnya memiliki rekam jejak yang cukup mentereng. Ia pernah menangani Timnas Malaysia dan juga sempat menjadi Direktur Teknis Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Namun, statistiknya di Persis Solo sejauh ini jauh dari kata memuaskan. Jika tak segera membawa timnya keluar dari posisi juru kunci, masa depannya di Solo bisa terancam.
Di sisi lain, Paul Munster datang ke Persebaya Surabaya pada Januari 2024 dengan ekspektasi tinggi. Mantan pelatih Bhayangkara FC itu diharapkan bisa mengembalikan Persebaya Surabaya ke jalur juara.
Di bawah Munster, Persebaya Surabaya tampil cukup konsisten dan kini berada di papan atas Liga 1. Dari 32 pertandingan yang sudah dijalani, Munster membawa timnya meraih 14 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan sembilan kekalahan.
Namun, Munster sempat mendapat kritik karena beberapa eksperimen taktiknya yang berujung buruk. Salah satunya saat mencoba formasi 4-4-2 double six, yang berujung kekalahan telak 0-3 dari Barito Putera pada pekan ke-20.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
