Patrick Kluivert (tengah) menyaksikan langsung pertandingan antara Persija Jakarta menjamu PSBS Biak di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (2/2) malam. (Media PSSI)
JawaPos.com - Keyakinan besar dimiliki oleh PSSI bahwa pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert akan bersikap objektif dalam memilih dan menentukan komposisi pemain. Federasi juga yakin pemain-pemain lokal bisa bersaing dengan banyaknya pemain diaspora naturalisasi dalam skuad Garuda.
Saat ini, Timnas Indonesia banyak dihuni oleh para pemain diaspora yang lahir dan besar di Indonesia. Mayoritas pemain diaspora bahkan harus menjalani proses naturalisasi terlebih dahulu untuk memperkuat skuad Garuda.
Sebut saja Maarten Paes di posisi penjaga gawang, kemudian Jay Idzes, Mees Hilgers, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Eliano Reijnders, Jordi Amat, Sandy Walsh, Kevin Diks, Calvin Verdonk, dan Shayne Pattynama di lini belakang.
Lalu di tengah ada Thom Haye, Marc Klok, dan Ivar Jenner. Serta Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick di bagian penyerangan Timnas Indonesia saat ini.
Jumlah itu akan bertambah karena saat ini ada tiga pemain yang sedang menjalani proses naturalisasi. Yakni Tim Geypens, Dion Markx, dan Ole Romeny. Dua nama pertama diproyeksi untuk tim kelompok usia muda sedangkan Ole di posisi penyerangan.
Anggota DPR yang menjalani rapat kerja permohonan naturalisasi ketiga pemain tersebut sempat terpecah belah. Ada yang mendukung, ada juga yang mengkritiknya dengan cukup keras.
Legislator khawatir semakin banyak pemain naturalisasi nantinya akan menghilangkan kesempatan pemain liga lokal untuk masuk Timnas Indonesia.
PSSI yang diwakili Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji pun angkat bicara. Dia meyakini bahwa Kluivert yang merupakan pelatih Timnas Indonesia yang baru, tak akan pilih kasih dan hanya menggunakan pemain diaspora serta naturalisasi untuk masuk dalam skuad.
"Coach Kluivert tidak memandang dari mana [pemain] berasal. Artinya yang dilihat adalah persaingan pada masing-masing posisi," kata Sumardji saat rapat kerja kemarin.
"Ketika posisi itu, antara pemain naturalisasi dan pemain lokal mempunyai kualitas lebih bagus pemain lokal, walaupun nol koma nol sekian, maka yang dipilih adalah yang punya kualitas lebih bagus," tambahnya.
Menurut Sumardji, Kluivert menginginkan adanya persaintan yang sehat untuk memperebutkan posisi di Timnas Indonesia. Dia pun yakin para pemain lokal juga sanggup bersaing.
Sumardji bahkan menyebut dua pemain lokal yang dia yakini tak akan kalah dalam persaingan tempat utama Timnas Indonesia. Dua sosok itu diyakini olehnya bisa bersaing dengan para pemain naturalisasi yang ada.
"Dengan kondisi seperti itu, yang diutamakan bagaimana pemain untuk bisa bersaing di masing-masing posisi. Dan kita tidak perlu khawatir, pemain lokal kita, ada Marselino [Ferdinan], ada [Rizky] Ridho, saya yakin bisa bersaing," jelas Suamrdji.
Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan sendiri termasuk pemain yang sejauh ini memang bisa bersaing di Timnas Indonesia. Mereka masih dapat tempat dan menit bermain meski pemain naturalisasi menumpuk dalam skuad.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
