Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Februari 2025 | 13.17 WIB

Sebagai Bonek, Begini Kata Andik Vermansah Setelah Persebaya Surabaya Ditahan Imbang Persita Tangerang di GBT

Sosok Andik Vermansah saat menjalani debut bersama Persebaya Surabaya. (Sidiq Prasetyo/Jawa Pos) - Image

Sosok Andik Vermansah saat menjalani debut bersama Persebaya Surabaya. (Sidiq Prasetyo/Jawa Pos)

JawaPos.com - Persebaya Surabaya hanya bisa meraih satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo pada Jumat, (31/1). Laga pekan ke-21 Liga 1 Indonesia 2024/2025 yang berlangsung di hadapan ribuan Bonek tampaknya menjadi perhatian salah satu eks pemain Green Force, Andik Vermansah.

Andik Vermansah yang kini menjadi kapten Persiraja Banda Aceh di Liga 2 Indonesia, turut mengikuti perjalanan Persebaya Surabaya sebagai suporter setia, alias Bonek Mania.

“Sebagai Bonek, aku tetep support gimanapun keadaannya,” kata Andik kepada Jawa Pos, saat ditemui di hotel tempat Persiraja menginap di Jogjakarta.

Dalam kaca mata Andik sebagai Bonek, hasil buruk yang menimpa anak asuh Paul Munster sepanjang putaran kedua berjalan ini, karena mereka kehilangan sosok pengatur serangan, yakni Francisco Rivera.

“Ini aku ngomong sebagai Bonek ya. Pas gak ada Rivera itu kalo tak lihat ritme pertandingan ga ada yang ngatur. Tapi bursa transfer putaran kedua uda tutup kan, ya semoga Munster bisa pinter-pinter cari pemain yang bisa main kayak Rivera,” lanjutnya.

Mantan pemain Selangor FA itu menegaskan bahwa dirinya tetap mengikuti perkembangan Persebaya, bahkan sering menonton pertandingan tim kebanggaannya. Bagi Andik, kecintaannya terhadap Green Force bukan sekadar pencitraan atau mencari perhatian.

“Aku nonton terus mas, kadang sama Adam (Maulana) juga. Bukan maksud cari muka atau apa, karena emang sing jenenge Bonek yo tetep Bonek, rek! Mau orang ngomong apa, wis biar jadi urusan yang ngomong,” tambah bapak satu anak tersebut.

Andik memahami betapa beratnya situasi yang dihadapi para pemain Persebaya setelah menjalani 5 laga tanpa kemenangan, yang di antaranya mengalami 4 kekalahan beruntun. Dari sudut pandangnya sebagai pemain, tekanan seperti itu sangat wajar dirasakan.

"Kalau dilihat dari sudut pandang pemain, habis kalah beruntun itu berat banget, Mas, dan itu normal," ujarnya.

Meski begitu, ia berharap tim segera bangkit dan pelatih Paul Munster dapat menemukan solusi untuk memperbaiki mental para pemain.

"Semoga tim cepat bangkit, Munster bisa punya solusi buat perbaiki mental pemain Persebaya. Syukur-syukur bisa juara," tutup Andik dengan penuh optimisme.

Meski belum bisa pulang ke 'rumah', Persebaya Surabaya akan selalu ada di hati Andik Vermansah. Jika tak bisa jadi pemain, maka winger yang pernah bertukar jersey dengan David Beckham tersebut akan menjadi seorang Bonek.

Jalannya Laga

Jalannya pertandingan sendiri diawali dengan tekanan tinggi dari Persebaya yang berusaha mencetak gol cepat. Dejan Tumbas hampir membuka keunggulan, tetapi sepakannya masih melebar.

Persita justru lebih dulu mencetak gol pada menit ke-14 melalui Badrian yang memanfaatkan umpan sepak pojok mendatar dari Irsyad Maulana. Ernando Ari sudah mencoba menepis bola, namun gagal menghalau tembakan tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore