Jorge Correa.
JawaPos.com - Kepergian Jorge Correa sempat dikaitkan dengan tekanan yang dihadapi pelatih kepala Malut United, Imran Nahumarury. Setelah kekalahan dari Madura United pada laga pekan ke-18 Liga 1 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Jumat (10/1), sebagian suporter mendesak manajemen untuk mengevaluasi posisi Imran.
Namun, juru bicara Malut United, Weshley Hutagalung, dengan tegas membantah rumor tersebut. “Correa sendiri yang meminta untuk tidak melanjutkan kontraknya bersama Malut United,” ungkap Weshley. Menurutnya, keputusan Correa tidak ada kaitannya dengan desakan suporter maupun pelatih.
Weshley menjelaskan kronologi yang terjadi. Saat libur paruh musim, Correa diizinkan pulang ke Argentina bersama keluarganya. Namun, ketika tim pelatih memintanya kembali ke Ternate pada 3 Januari 2025 untuk persiapan menghadapi Madura United, Correa baru tiba lima hari kemudian, yakni pada 8 Januari, hanya dua hari sebelum pertandingan.
“Pelatih kesulitan menyusun persiapan jika pemain kunci baru datang mendekati hari pertandingan. Setelah tiba di Ternate, Correa malah meminta untuk tidak melanjutkan kontraknya. Dia tidak memberikan alasan spesifik, tetapi kami menghargai keputusannya,” jelas Weshley.
Respon Cepat Manajemen: Kehadiran Wagner ‘Dida’ Augusto
Menyikapi kepergian Correa, manajemen Malut United langsung bergerak mencari pengganti. Pilihan mereka jatuh pada Wagner ‘Dida’ Augusto, kiper asal Brasil yang dipinjam dari Madura United. Pemain berusia 26 tahun ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan tim, tetapi juga memberikan rasa aman di bawah mistar gawang.
Langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen untuk tetap kompetitif di putaran kedua Liga 1 2024-2025. Meski tengah menghadapi tantangan besar, Malut United optimis bisa bangkit dengan dukungan penuh dari para pendukung.
Pesan untuk Suporter: Tetaplah Menjadi Pemain Ke-12
Dalam menghadapi situasi ini, Weshley mengingatkan pentingnya dukungan dari suporter. “Seperti kata Coach Imran Nahumarury di setiap jumpa pers, suporter adalah pemain ke-12 bagi tim. Kami berharap dukungan tetap ada, baik dalam kemenangan maupun kekalahan,” kata Weshley.
Bagi Malut United, peran suporter tidak hanya menjadi penyemangat, tetapi juga bagian dari roh klub. Keputusan Correa untuk hengkang mungkin menjadi babak sulit bagi tim, tetapi kehadiran Dida diharapkan membawa angin segar untuk memperbaiki performa di sisa musim.
Dengan semangat baru dan komitmen manajemen untuk terus memperkuat skuad, Malut United bertekad menjadikan paruh kedua kompetisi sebagai momen kebangkitan. Suporter diharapkan terus setia mendampingi perjuangan Laskar Kie Raha di Liga 1.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
