Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Januari 2025 | 06.24 WIB

Jelang Lawan Persebaya Surabaya di Liga 1, Malut United Pincang Ditinggal Resign Jorge Correa

Jorge Correa.

JawaPos.com - Kepergian Jorge Correa sempat dikaitkan dengan tekanan yang dihadapi pelatih kepala Malut United, Imran Nahumarury. Setelah kekalahan dari Madura United pada laga pekan ke-18 Liga 1 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Jumat (10/1), sebagian suporter mendesak manajemen untuk mengevaluasi posisi Imran.

Namun, juru bicara Malut United, Weshley Hutagalung, dengan tegas membantah rumor tersebut. “Correa sendiri yang meminta untuk tidak melanjutkan kontraknya bersama Malut United,” ungkap Weshley. Menurutnya, keputusan Correa tidak ada kaitannya dengan desakan suporter maupun pelatih.

Weshley menjelaskan kronologi yang terjadi. Saat libur paruh musim, Correa diizinkan pulang ke Argentina bersama keluarganya. Namun, ketika tim pelatih memintanya kembali ke Ternate pada 3 Januari 2025 untuk persiapan menghadapi Madura United, Correa baru tiba lima hari kemudian, yakni pada 8 Januari, hanya dua hari sebelum pertandingan.

“Pelatih kesulitan menyusun persiapan jika pemain kunci baru datang mendekati hari pertandingan. Setelah tiba di Ternate, Correa malah meminta untuk tidak melanjutkan kontraknya. Dia tidak memberikan alasan spesifik, tetapi kami menghargai keputusannya,” jelas Weshley.

Respon Cepat Manajemen: Kehadiran Wagner ‘Dida’ Augusto

Menyikapi kepergian Correa, manajemen Malut United langsung bergerak mencari pengganti. Pilihan mereka jatuh pada Wagner ‘Dida’ Augusto, kiper asal Brasil yang dipinjam dari Madura United. Pemain berusia 26 tahun ini diharapkan tidak hanya memperkuat pertahanan tim, tetapi juga memberikan rasa aman di bawah mistar gawang.

Langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen untuk tetap kompetitif di putaran kedua Liga 1 2024-2025. Meski tengah menghadapi tantangan besar, Malut United optimis bisa bangkit dengan dukungan penuh dari para pendukung.

Pesan untuk Suporter: Tetaplah Menjadi Pemain Ke-12

Dalam menghadapi situasi ini, Weshley mengingatkan pentingnya dukungan dari suporter. “Seperti kata Coach Imran Nahumarury di setiap jumpa pers, suporter adalah pemain ke-12 bagi tim. Kami berharap dukungan tetap ada, baik dalam kemenangan maupun kekalahan,” kata Weshley.

Bagi Malut United, peran suporter tidak hanya menjadi penyemangat, tetapi juga bagian dari roh klub. Keputusan Correa untuk hengkang mungkin menjadi babak sulit bagi tim, tetapi kehadiran Dida diharapkan membawa angin segar untuk memperbaiki performa di sisa musim.

Dengan semangat baru dan komitmen manajemen untuk terus memperkuat skuad, Malut United bertekad menjadikan paruh kedua kompetisi sebagai momen kebangkitan. Suporter diharapkan terus setia mendampingi perjuangan Laskar Kie Raha di Liga 1.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore