Paul Munster ungkap biang kerok kekalahan lawan PSS (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos)
JawaPos.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya kalah 1-3 dari PSS Sleman di Stadion Manahan, Sabtu (11/1). Kekesalan Munster berfokus pada keputusan kontroversial wasit yang ia nilai menjadi penyebab utama kekalahan timnya.
Sebelumnya, Paul Munster menilai anak asuhnya memiliki semangat juang tinggi meski dalam keadaan tertinggal. Terutama di babak kedua, Persebaya Surabaya tampil lebih dominan setelah memasukkan Dejan Tumbas, Malik Risaldi, dan Alfan Syuaib, untuk menggantikan Kasim Botan, Toni Firmansyah, dan Riswan Lauhin.
“Walaupun kalah, saya melihat beberapa hal positif, terutama di babak kedua. Tim kami menunjukkan semangat pantang menyerah,” ujar Paul Munster dalam konferensi pers setelah laga.
Menurut pelatih asal Irlandia Utara itu, ada beberapa momen krusial dalam pertandingan yang merugikan Persebaya Surabaya. Salah satu yang paling disorot adalah gol kedua PSS Sleman yang dicetak oleh Cleberson pada menit ke-17.
“Hal itu (pantang menyerah) sebenarnya sudah terlihat di babak pertama. Namun, momen krusial terjadi saat gol Cleberson yang jelas offside tapi tetap disahkan,” ungkap Munster dengan nada kecewa.
Situasi semakin memanas ketika Persebaya berhasil mencetak gol melalui aksi Bruno Moreira. Gol tersebut sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah mengecek VAR, dengan alasan Flavio Silva melakukan pelanggaran saat merebut bola.
"Kami sempat mencetak gol (melalui Bruno) sehingga skor menjadi 2-1, kita bangkit. Tetapi wasit menganggap Flavio melakukan pelanggaran saat merebut bola, padahal itu bersih. Skor kembali menjadi 2-0," tegas Munster.
Momen-momen tersebut, menurut Munster, menjadi titik balik yang sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
"Ketika saya menyadari gol kami dianulir dan gol offside Cleberson disahkan, kami sudah tahu siapa yang akan menang," tambahnya.
Mengenai jalannya laga, PSS Sleman membuka keunggulan lebih awal lewat gol Gustavo Tocantins di menit ke-4. Gol tersebut kemudian diperbesar melalui sundulan Cleberson pada menit ke-17. Nicolao Dumitru menutup babak pertama dengan gol ketiga di penghujung waktu.
Meski mendominasi hingga 70% penguasaan bola, Persebaya kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Di babak kedua, Persebaya berupaya bangkit dengan melakukan beberapa pergantian pemain. Selain memasukkan Dejan Tumbas, Alfan Suaib, dan Malik Risaldi juga diandalkan untuk meningkatkan daya serang. Usaha tersebut sempat berbuah hasil lewat eksekusi penalti Bruno Moreira di menit ke-57, yang memperkecil kedudukan menjadi 3-1. Namun, upaya Persebaya untuk mengejar ketertinggalan terhenti hingga pertandingan berakhir.
Paul Munster yang mendapat kartu kuning akibat protes keras, menyoroti keputusan wasit yang dinilainya tidak konsisten.
Namun demikian, Munster memilih untuk segera beralih fokus. Ia menegaskan bahwa timnya kini hanya memikirkan pertandingan berikutnya melawan Malut United.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
