Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Januari 2025 | 03.32 WIB

Paul Munster Marah Besar! Sebut Laga PSS Sleman vs Persebaya Surabaya bak Sirkus Akibat Akrobat Buruk Wasit Gedion Dapaherang

Paul Munster marah besar dengan kinerja wasit di laga PSS Sleman vs Persebaya Surabaya. (Media Persebaya) - Image

Paul Munster marah besar dengan kinerja wasit di laga PSS Sleman vs Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Pertandingan PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan pada Sabtu (11/1) memancing emosi Paul Munster. Pelatih Persebaya Surabaya tersebut dengan tegas menyebut laga ini sebagai "sirkus" akibat buruknya kualitas wasit dan keputusan VAR yang kontroversial.

PSS Sleman membuka keunggulan cepat di menit ke-4 melalui gol Gustavo Tocantins. Assist akurat dari Abduh Lestaluhu membuat Tocantins dengan mudah menaklukkan Ernando Ari.

Dominasi PSS terus berlanjut dengan gol kedua di menit ke-17 melalui sundulan Cleberson. Tendangan bebas Betinho disambut sempurna oleh Cleberson, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Persebaya Surabaya sebenarnya sempat memperkecil ketertinggalan di menit ke-23 lewat aksi Bruno Moreira. Namun, gol tersebut dianulir wasit Gedion Dapaherang setelah memeriksa VAR, karena dianggap ada pelanggaran Flavio Silva sebelumnya.

Keputusan menganulir gol Bruno membuat Paul Munster geram hingga mendapat kartu kuning karena protes keras. Situasi ini memicu ketegangan di pinggir lapangan, menambah panas atmosfer pertandingan.

PSS menutup babak pertama dengan gol ketiga di menit ke-45+2 melalui Nicolao Dumitru. Sepakan terarah Dumitru tak mampu dijangkau Ernando Ari, membuat skor menjadi 3-0.

Persebaya Surabaya kesulitan menciptakan peluang meskipun mendominasi penguasaan bola di babak pertama. Statistik menunjukkan Persebaya Surabaya unggul dengan 6 tembakan dan 48% penguasaan bola, tapi tak mampu mengonversi dominasi menjadi gol.

Babak kedua dimulai dengan pergantian pemain oleh Persebaya Surabaya, memasukkan Dejan Tumbas dan Alfan Suaib. Kedua pemain ini menggantikan Riswan Lauhin dan Toni Firmansyah untuk menambah daya serang.

Dejan Tumbas langsung mencetak gol di menit ke-48, tetapi lagi-lagi dianulir oleh VAR karena offside. Gol debutnya bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 harus tertunda karena keputusan wasit.

Ketegangan semakin memuncak saat Persebaya Surabaya akhirnya mendapat penalti di menit ke-57. Bruno Moreira sukses mengeksekusi penalti tersebut, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.

Meski terus menekan, Persebaya Surabaya gagal mencetak gol tambahan hingga pertandingan usai. PSS Sleman yang mengandalkan serangan balik berhasil mempertahankan keunggulan 3-1.

Paul Munster meluapkan kekesalannya terhadap kepemimpinan wasit dalam konferensi pers setelah pertandingan. Ia menyebut laga ini sebagai "sirkus" karena banyak keputusan wasit yang tidak konsisten.

“Tahun 2025, masalahnya tetap sama, sirkus. Wasit seperti Liga 3, VAR seperti Liga 4, ini sirkus yang lengkap,” kata Munster usai pertandingan dalam sesi konferensi pers, Sabtu (11/1).

Pelatih asal Irlandia Utara itu juga menyoroti keputusan wasit yang menganulir gol pertama Bruno Moreira. Ia menilai Flavio Silva tidak melakukan pelanggaran saat memenangi bola sebelum gol tersebut.

“Gol kedua memang offside, tapi gol pertama jelas sah. Namun, wasit memutuskan untuk membatalkan gol setelah mengecek VAR,” tambahnya dengan nada frustrasi.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore