Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 November 2024 | 16.38 WIB

Dokter Timnas Indonesia Buka Suara Terkait Kabar Mees Hilgers Menggunakan Obat Pereda Nyeri Selama 1 Bulan

Mees Hilgers bermain gemilang walaupun FC Twente kalah melawan Royale Union Saint-Gilloise. (Instagram/@meeshilgerss)

JawaPos.com Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, mengungkapkan perjuangannya menghadapi cedera yang mengganggu performanya dalam beberapa bulan terakhir. Pemain FC Twente itu mengaku harus mengonsumsi obat pereda nyeri demi tetap bisa bermain di lapangan.

Dalam wawancaranya dengan media Belanda, Voetbal International, Hilgers menjelaskan rasa sakit yang ia alami sudah berlangsung selama lebih dari satu setengah bulan. Cedera di bagian bawah kakinya membuatnya sulit bermain tanpa bantuan painkiller.

“Saya menderita sakit di bawah kaki saya selama satu setengah bulan,” ungkap Hilgers seperti dikutip dari Twente Insite. Ia juga menambahkan konsumsi obat tersebut dilakukan agar bisa tetap tampil di lapangan.

“Itu membuat saya berlari secara berbeda, saya mulai mendapat keluhan di bagian lain. Saya telah meminum obat pereda rasa sakit selama berminggu-minggu,” imbuhnya.

Namun, pengorbanannya itu memiliki dampak yang cukup besar bagi kondisinya setelah pertandingan. Hilgers mengaku sering absen di hari berikutnya karena rasa sakit kembali menyerangnya usai bermain.

“Saya berhasil melewati pertandingan, namun sehari kemudian saya benar-benar absen. Hal seperti ini melekat dalam diri seorang pesepak bola,” ujar pemain keturunan Manado tersebut. Ia pun menyadari rasa sakit ini menjadi risiko yang kerap dihadapi oleh pesepak bola profesional.

Meski demikian, Hilgers tetap berupaya menjalani pertandingan penting bagi FC Twente maupun Timnas Indonesia. Ia bahkan mengakui rasa sakit itu muncul ketika dirinya membela Timnas di laga melawan Bahrain dan China pada Oktober lalu.

Dalam pertandingan kontra China, Hilgers hanya tampil selama satu babak sebelum digantikan pemain lain. Indikasi muncul cedera yang ia alami menjadi penyebab utama penurunan performanya di laga tersebut.

Setelah kembali ke klub, Hilgers tetap bermain dalam enam pertandingan untuk FC Twente, baik di Eredivisie maupun Liga Europa. Ia mengaku harus menahan sakit dan terus mengandalkan painkiller untuk bisa tampil maksimal.

Pengorbanan besar ini membuat Hilgers dan pihak klub memutuskan untuk memanfaatkan jeda internasional pada November sebagai waktu pemulihan. Ia memilih menjalani fisioterapi dan istirahat total agar cederanya bisa segera pulih.

“Tetapi saya perlu beristirahat dan mengambil jeda dari kompetisi untuk melakukan fisioterapi kaki saya,” ungkapnya. Hal ini menjadi prioritasnya agar dapat kembali tampil tanpa harus bergantung pada obat pereda nyeri.

Keputusan untuk fokus pada pemulihan menunjukkan betapa seriusnya kondisi yang dialami Hilgers. Meskipun demikian, hasil pemulihan yang dijalani pemain berusia 23 tahun itu mulai menunjukkan perkembangan positif.

Hilgers kembali dipercaya sebagai starter saat FC Twente menang 2-1 atas Fortuna Sittard di Eredivisie. Ia juga tampil selama 87 menit dalam laga Liga Europa melawan Royal Union Saint-Gilloise meski timnya kalah 0-1.

Di sisi lain, kabar tentang penggunaan painkiller oleh Hilgers menimbulkan berbagai spekulasi, termasuk saat ia bermain untuk Timnas Indonesia. Dokter Timnas Indonesia, dr. Alfan, akhirnya angkat bicara terkait isu yang mencuat.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore