Dwiki Mardiyanto jebolan kompetisi internal Persebaya Surabaya kini perkuat Deltras FC. (Instagram @dwikimardianto)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya dikabarkan akan bergerak agresif di bursa transfer paruh musim Liga 1 2024/2025. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat skuad Green Force dalam persaingan merebut gelar juara.
Rumor tentang pemain baru yang bakal merapat ke Persebaya Surabaya semakin santer terdengar. Dua pemain asing, Jucie Lupeta dan Barata, disebut masuk radar incaran manajemen.
Namun, bukan hanya pemain asing, Persebaya Surabaya juga dilaporkan melirik beberapa nama lokal potensial. Tiga pemain asal Jawa Timur menjadi sorotan utama, mengingat kontribusi mereka yang signifikan di klub masing-masing.
Ketiga pemain tersebut dinilai layak untuk dipulangkan ke Surabaya, kota asal mereka. Mereka bermain di posisi krusial yang bisa menjadi solusi bagi Persebaya Surabaya dalam upaya memperkuat skuad.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah winger muda berbakat, Dwiki Mardiyanto. Pemain Deltras FC itu tampil impresif di Liga 2 musim ini dengan mencatatkan tiga gol dan tiga assist dari delapan pertandingan.
Dwiki bukan nama asing bagi Persebaya Surabaya, karena ia adalah produk asli akademi Green Force. Sebelum bergabung dengan Deltras, ia sempat memperkuat Persikab dan menjadi bagian dari PON Jawa Timur.
Kontrak Dwiki di Deltras dikabarkan akan berakhir pada akhir musim 2024/2025. Ini membuka peluang bagi Persebaya Surabaya untuk merekrutnya tanpa biaya transfer besar.
Paul Munster disebut membutuhkan tambahan amunisi di lini sayap untuk memperkuat serangan. Kehadiran Dwiki bisa menjadi opsi ideal, mengingat ia memiliki kecepatan, kreativitas, dan pengalaman di beberapa klub.
Selain Dwiki, nama besar lain yang masuk radar adalah Evan Dimas Darmono. Gelandang serang Persik Kediri ini memiliki rekam jejak panjang sebagai salah satu pemain terbaik di Indonesia.
Evan merupakan putra asli Surabaya dan jebolan akademi Persebaya Surabaya. Meski begitu, ia belum pernah membela Green Force di level profesional karena memilih bergabung dengan Surabaya United saat terjadi dualisme di tubuh PSSI.
Peluang memulangkan Evan Dimas cukup terbuka, mengingat kontraknya bersama Persik Kediri akan berakhir pada akhir musim ini. Minimnya menit bermain di Persik bisa menjadi alasan baginya untuk mencari tantangan baru di Persebaya Surabaya.
Evan Dimas hanya mencatatkan satu penampilan di Liga 1 musim ini, dengan total bermain selama 22 menit. Situasi ini dapat dimanfaatkan Persebaya Surabaya untuk menawarkan proyek baru yang lebih menjanjikan.
Jika direkrut, Evan dapat menjadi andalan di lini tengah Persebaya Surabaya. Gaya permainannya yang cerdas dan visi bermainnya yang tajam bisa membawa dimensi baru dalam permainan Green Force.
Nama ketiga yang tak kalah menarik adalah Hansamu Yama. Bek tengah kelahiran Mojokerto ini juga punya hubungan emosional dengan Persebaya Surabaya, klub yang pernah ia bela selama tiga musim.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
