JawaPos.com - Kiper timnas Indonesia Maarten Paes optimistis bisa membawa tim Garuda berlaga di Piala Dunia 2026, karena pencapaian tersebut akan menjadi mimpi yang paling indah baginya.
Lazimnya pesepakbola di dunia, Maarten Paes tentu memiliki impian besar untuk bermain di piala dunia, apalagi Timnas Indonesia saat ini memiliki peluang yang cukup besar untuk bisa berlaga di ajang empat tahunan itu.
Sejauh ini ia sukses membawa Indonesia meraih dua poin penting pada dua pertandingan pembuka putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Arab Saudi dan Australia.
“Saya pikir ini adalah mimpi yang indah. Kami harus memiliki tujuan besar, untuk meraih bintang," kata kiper 26 tahun itu seperti dikutip dari Antara.
Yang membuat Maarten lebih termotivasi adalah Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, tempat dimana ia berkompetisi bersama klubnya, FC Dallas.
"Bagi saya, Piala Dunia 2026 di AS akan menjadi lebih istimewa, setelah tinggal di sini dan melihat bagaimana liga dan popularitas liga. Sepak bola sedang berkembang di negeri ini,” tambahnya.
Salah satu hal yang membuatnya optimis adalah skuad Timnas Indonesia saat ini banyak diisi pemain muda potensial dan juga bermain di sejumlah klub luar negeri.
Apalagi, pada piala dunia dua tahun mendatang ini Asia mendapatkan tambahan jatah perwakilan di putaran final dari semula 4,5 wakil menjadi 8,5.
“Saya pikir ini adalah sesuatu yang layak diterima oleh para penggemar di sini, untuk menikmati Piala Dunia. Dan saya pikir jika Anda melihat tim kami, betapa mudanya tim ini, ada begitu banyak potensi untuk berkembang di masa depan," tambahnya.
Lebih lanjut, Maarten sangat bangga bermain untuk Indonesia. Apalagi penonton di sini juga antusias dan fanatik saat menonton negara mereka bertanding hingga membuat atmosfer stadion menjadi bergemuruh.
Maarten sempat merasakan atmosfer tersebut saat ia membantu Timnas Indonesia menahan imbang Australia 0-0, dimana ia membuat sejumlah penyelamatan gemilang dan mendapat sambutan positif dari para suporter.
“Sungguh luar biasa, apalagi pada pertandingan kedua di Jakarta yang dihadiri 80.000 suporter. Mereka memberikan begitu banyak energi sehingga tidak sulit untuk memberikan segalanya," pungkasnya.
Sayangnya, saat menghadapi Bahrain, Maarten belum tentu bisa bermain karena ia mengalami cedera pergelangan tangan saat berlaga bersama FC Dallas.
Beruntung cedera tersebut tidak terlalu parah sehingga masih ada kesempatan baginya untuk bermain, entah itu saat menghadapi Bahrain atau laga selanjutnya yaitu melawan Tiongkok. (*)