Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 September 2024 | 01.26 WIB

From Zero to Hero, Maarten Paes Disebut ESPN sebagai 'Penjahat' yang Jadi 'Penyelamat'

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes saat memperkuat FC Dallas di Major League Soccer (MLS). (Instagram @fcdallas) - Image

Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes saat memperkuat FC Dallas di Major League Soccer (MLS). (Instagram @fcdallas)

JawaPos.com – Sorotan terhadap Maarten Paes usai debut Timnas Indonesia belum surut. Terbaru, penampilan perdana kiper FC Dallas itu menyita perhatian media luar negeri ternama, ESPN, setelah menunjukkan performa apik ketika berhadapan dengan Arab Saudi.

Maarten Paes memang tampil luar biasa dalam debutnya bersama Timnas Indonesia, terutama saat menjalani pertandingan pertama putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, pada Jumat (6/9) dini hari.

Meski pun laga perdana, dia tak menunjukkan sedikitpun rasa gugup. Penampilan Maarten Paes mengundang decak kagum, apalagi setelah membantu Garuda mendapatkan satu poin berkat bermain imbang 1-1 di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah.

Berbagai sorotan pun tertuju kepada Maarten Paes. Tak terkecuali ESPN, media olahraga ternama Amerika Serikat. Mereka menulis Maarten Paes bermain untuk Timnas Indonesia sebagai tim underdog alias tak diunggulkan di stadion berkapasitas 62.345 tempat duduk tersebut.

ESPN bahkan sampai menjadikan Maarten Paes sebagai sorotan utama. Mereka menulis soal hasil imbang Timnas Indonesia dengan sudut pandang sang penjaga gawang dan memberikann judul 'Pemain debutan Maarten Paes berubah dari penjahat menjadi penyelamat di malam bersejarah bagi Indonesia'.

Ada dua diksi menarik yang digunakan oleh ESPN dalam penjudulan berita tersebut, yakni penjahat dan pahlawan. Dua kata yang menyiratkan performa Maarten Paes dalam laga melawan Arab Saudi.

Penjahat yang dimaksud ESPN mengacu pada tindakan Maarten Paes yang ceroboh saat pertandingan tersisa 13 menit dalam waktu normal. Dia melakukan blunder fatal yang berpotensi menodai debutnya bersama Timnas Indonesia.

Maarten Paes mencoba menerima bola di area sendiri di bawah tekanan lawan, alih-alih membuangnya. Selain itu, kontrolnya juga kurang baik sehingga penyerang Arab Saudi Firas Al Buraikan mampu menyerobot bola.

Paes yang coba merebut kembali bola dengan tekel malah berakhir mengganjal Firas, sehingga dihukum penalti. Penalti yang bisa jadi kerugian dan dapat menyebabkan Timnas Indonesia tertinggal 2-1.

Tapi, Maarten Paes langsung mengubah label 'penjahat' yang diberikan ESPN menjadi 'penyelamat'. Ya, dia sukses menggagalkan penalti Arab Saudi menjadi gol.

Maarten Paes langsung membayar lunas kesalahannya dengan menepis tendangan penalti Salem Al Dawsari. Kedudukan pun tetap 1-1, meski dia sempat menciptakan penalti untuk lawan.

Tak berhenti di situ, Maarten Paes kemudian mempertegas label 'penyelamat' bagi Timnas Indonesia hingga laga berakhir. Dia tercatat berhasil mengantisipasi dua peluang emas Arab Saudi pada babak kedua sehingga Timnas Indonesia terhindar dari kekalahan.

"Dalam debutnya untuk Indonesia, di mana dia memenuhi syarat untuk bermain melalui neneknya, pemain berusia 26 tahun itu tampak ditakdirkan untuk memainkan peran penjahat - biang keladi kekalahan yang tak terelakkan melawan oposisi - yang jauh lebih terhormat, pada malam yang dimulai dengan menjanjikan bagi orang Indonesia yang pemberani," demikian ESPN mendeskripsikan performa Maarten Paes saat melawan Arab Saudi.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore