
Mustaqim semasa menjadi asisten Aji Santoso di Persebaya Surabaya pada periode 2020-2023. (persebaya.id)
JawaPos.com — Setelah menunggu lebih dari dua dekade, akhirnya Mustaqim kembali ke rumah yang telah membesarkan namanya: Persebaya Surabaya. Darah hijau yang mengalir deras di tubuhnya selalu membawanya kembali ke Green Force, tim yang pernah dia bawa berjaya di era Perserikatan.
Tak hanya sebagai pemain, kali ini dia datang dengan peran yang tak kalah penting, sebagai asisten pelatih yang setia mendampingi legenda Persebaya Surabaya lainnya, Aji Santoso.
Kenangan manis Mustaqim bersama Persebaya Surabaya sudah terpatri kuat sejak musim 1987/1988, ketika dia menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Perserikatan.
Nama Persebaya Surabaya kala itu begitu besar, dan Mustaqim turut merasakan euforia kejayaan tim. Meski sempat lama berkelana, Mustaqim selalu merasa bahwa Persebaya Surabaya adalah rumah yang selalu memanggilnya untuk kembali.
Kilas balik ke tahun 1998, Mustaqim sudah pernah menduduki posisi asisten pelatih Persebaya Surabaya, mendampingi pelatih legendaris Rusdi Bahalwan. Pada masa itu, Aji Santoso yang kini menjadi pelatih kepala, adalah kapten tim.
Mustaqim masih ingat betul bagaimana Aji tampil gemilang sebagai bek kiri dengan kemampuan overlap yang luar biasa. "Dia (Aji) termasuk pemain yang moncer," ujar Mustaqim dikutip dari koran Jawa Pos edisi 7 Januari 2020.
Menariknya, setelah 21 tahun berlalu, peran keduanya kini bertukar. Aji Santoso, yang dulu merupakan pemain yang dia bantu arahkan, kini menjadi pelatih kepala. Sementara itu, Mustaqim kembali ke posisi lamanya, sebagai asisten pelatih.
Meski posisinya sama seperti dulu, Mustaqim merasa kali ini peran tersebut lebih istimewa. Sebagai putra asli Surabaya, dia merasa bangga dan terhormat bisa kembali berkontribusi untuk tim yang dia cintai.
Setelah Liga Indonesia musim 1997/1998 dihentikan akibat gejolak politik, Mustaqim tidak pernah lagi mendapatkan kesempatan untuk kembali ke Persebaya Surabaya.
Dia berkelana ke berbagai klub di Indonesia, meniti karier sebagai pelatih. Mulai dari Mitra Kukar, Persela Lamongan, hingga akhirnya menjabat sebagai asisten pelatih di Persija Jakarta. Meski pengalaman berkelana ini membantunya tumbuh sebagai pelatih, jauh di dalam hatinya, Mustaqim selalu merindukan Persebaya Surabaya.
“Saya rasa traveling yang saya lakukan sudah cukup. Sekarang saatnya saya kembali mengabdi untuk Persebaya,” beber penggawa Persebaya Surabaya di era 1985–1989 itu.
Pada tahun 2018, kesempatan untuk kembali ke Persebaya Surabaya sempat muncul. Perwakilan manajemen Green Force saat itu mendekati Mustaqim untuk menjadi bagian dari tim pelatih. Namun, Mustaqim yang saat itu masih berstatus sebagai asisten pelatih di Persija, merasa tidak bisa langsung menerima tawaran tersebut.
"Tapi saya bilang, harus izin dulu ke Pak Gede (direktur Persija saat itu). Saya ingin sekali gabung. Tapi, saya kan nggak mau dibilang kemaruk," kenangnya.
Penantian panjang Mustaqim akhirnya berakhir pada 2020. Dia kembali ke Persebaya Surabaya sebagai asisten pelatih, posisi yang telah lama dia nantikan. Rasa senangnya bukan hanya karena dia bisa kembali ke tim yang membesarkan namanya, tetapi juga karena dia bisa lebih dekat dengan keluarganya. Mustaqim kini tinggal di kawasan Rungkut, Surabaya, sehingga dia bisa menjalani kehidupan yang lebih seimbang antara karier dan keluarga.
“Saya sangat senang. Apalagi saya bisa dekat dengan keluarga,” kata pria dulu mengisi posisi sebagai striker tersebut.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
