Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Agustus 2024 | 22.16 WIB

Kisah Perjuangan Toni Firmansyah Tembus Skuad Persebaya Surabaya, Sempat Tak Lolos Seleksi Kini Kena Sanksi

Toni Firmansyah diprediksi tetap jadi andalan motor serangan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19. (Instagram/@officialpersebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya, salah satu klub sepak bola legendaris di Indonesia, tak henti-hentinya melahirkan bintang-bintang baru yang siap bersinar di kancah sepak bola nasional. Salah satu bintang baru yang mencuri perhatian kala itu adalah Toni Firmansyah, pemain muda berbakat yang berasal dari Benowo.

Baca Juga: Sabet Pelajar Sekolah Lain Pakai Penggaris besi, siswa SMK PGRI Jakarta Diringkus 

Jebolan Elite Pro Academy (EPA) Persebaya ini menunjukkan penampilan gemilang dalam laga uji coba melawan Persis Solo di Stadion Manahan, pada Sabtu malam, 24 Juni 2023. Penampilan tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan karir Toni, namun sayangnya, jalan yang ia tempuh tidak selalu mulus.

Pada pertandingan tersebut, Toni menjalani debut bersama tim senior Persebaya dengan menggantikan Denny Agus di babak kedua. Meskipun ini adalah penampilan perdananya dan di kandang lawan pula, Toni menunjukkan ketenangan dan kepercayaan diri yang luar biasa. Tanpa ragu, ia melancarkan dua tembakan dalam waktu 45 menit.

Penampilan perdananya ini diakhiri dengan torehan gol yang menjadi penyeimbang dalam laga tersebut. Gol itu tercipta pada menit ke-80, setelah Toni berhasil melewati pemain asing Persis Solo, Jaimerson Xavier. Dengan skillnya, ia melesatkan tendangan ke tiang jauh yang tak mampu diantisipasi kiper Gianluca Pendeynuwu. Skor pun berubah menjadi 3-3, dan momen itu diabadikan dengan air mata haru dari Toni, yang seakan-akan tidak percaya bahwa ia telah mencetak gol untuk tim senior Persebaya.

"Alhamdulilah bisa mencetak gol perdana berseragam Green Force, ini semua adalah impian saya bisa tampil apik. Ketika saya cetak gol, saya menangis terharu mengingat perjuangan menembus tim senior," ungkap Toni dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya. Pernyataan ini menunjukkan betapa besar arti gol tersebut bagi seorang pemain muda yang baru saja menapakkan kaki di dunia profesional.

Toni bukanlah pemain baru di dunia sepak bola. Ia memiliki rekam jejak yang mengesankan sejak usia dini. Prestasi Toni dimulai dengan membawa Persebaya U-13 menjadi juara Piala Soeratin 2018, meraih peringkat ketiga EPA U-16 pada tahun yang sama, dan kembali menduduki posisi ketiga di EPA U-18 pada 2022. Prestasi-prestasi ini membuatnya mendapat panggilan trial ke tim senior pada akhir Desember 2022. Namun, dalam kesempatan tersebut, hanya Muhammad Iqbal yang berhasil lolos seleksi, sementara Toni dan Kardanu Setiawan harus menunda mimpi mereka.

Namun, seperti pepatah mengatakan, Tuhan selalu punya jalan untuk mereka yang tidak pernah menyerah. Kesempatan kedua datang pada Mei 2023, ketika Toni kembali dipanggil untuk menjalani trial bersama tim senior Persebaya.

Kali ini, ia berhasil menunjukkan kemampuannya dan mendapatkan tempat di skuad utama. Gol yang ia cetak dalam laga uji coba melawan Persis Solo menjadi bukti nyata bahwa ia layak berada di tim utama. Meski hanya dalam laga persahabatan, gol tersebut adalah pencapaian besar bagi Toni dan menunjukkan potensinya sebagai gelandang serang yang bisa diandalkan.

Selain kerja keras dan talenta, dukungan keluarga juga menjadi faktor penting dalam perjalanan karir Toni. Keluarga Toni selalu memberikan dukungan penuh, bahkan hadir di stadion untuk menyaksikan penampilannya.

"Ada keluarga di sini menonton saya, jauh-jauh dari Surabaya naik mobil, dan gol ini saya persembahkan untuk mereka," kata Toni dengan penuh rasa syukur. Kehadiran keluarga memberikan motivasi tambahan bagi Toni untuk selalu memberikan yang terbaik di lapangan.

Meski telah menunjukkan performa impresif, Toni tetap mendapatkan peringatan dari pelatih Persebaya Surabaya kala itu, Aji Santoso. Pelatih yang juga legenda Persebaya Surabaya itu mengingatkan Toni untuk terus bekerja keras dan tidak cepat berpuas diri.

"Toni ini dari EPA naik ke senior, baru pertama kali Alhamdulillah dia langsung nyetel. Prospek dia cukup bagus. Tetap giat dalam berlatih karena perjalanan masih panjang," ujar Aji Santoso. Pernyataan ini menunjukkan bahwa perjalanan Toni masih panjang dan penuh tantangan. Meskipun telah mendapatkan tempat di tim utama, ia harus terus berusaha dan tidak boleh lengah.

Namun, perjalanan Toni di Persebaya tidak selalu berjalan mulus. Baru-baru ini, Toni harus menghadapi sanksi disiplin karena mangkir dari latihan tim. Berdasarkan informasi dari situs resmi Persebaya Surabaya, Toni tidak hadir dalam beberapa sesi latihan yang sangat penting menjelang Liga 1 musim 2024/2025 yang akan dimulai pada 11 Agustus nanti.

Kehadiran pemain dalam sesi latihan sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan perdana liga. Oleh karena itu, absennya Toni dari latihan menjadi perhatian serius dari tim pelatih.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore