Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juli 2024 | 19.23 WIB

Cerita Unik Presiden Persebaya Surabaya yang Cosplay Jadi Ted Lasso di Laga Anniversary Game

Azrul Ananda ketika cosplay jadi Ted Lasso di laga Anniversary Game Persebaya Surabaya. (Instagram/@officialpersebaya) - Image

Azrul Ananda ketika cosplay jadi Ted Lasso di laga Anniversary Game Persebaya Surabaya. (Instagram/@officialpersebaya)

JawaPos.com — Di tengah perayaan anniversary game Persebaya Surabaya, sebuah pemandangan tak biasa menarik perhatian para penonton. Presiden Persebaya, Azrul Ananda, tampil dengan kostum khas karakter Ted Lasso, sosok pelatih sepak bola dari serial komedi terkenal di Apple TV.

Keputusan Azrul untuk ber-cosplay menjadi Ted Lasso bukanlah tanpa alasan, melainkan terinspirasi oleh pengalaman pribadinya yang mendalam dengan serial tersebut.

Beberapa tahun lalu, di tengah pandemi yang membuat banyak orang terpaksa lebih banyak beraktivitas di rumah, Azrul mendapatkan rekomendasi tontonan dari seorang teman baik asal Amerika Serikat. Teman tersebut, yang saat itu bekerja di Konsulat Jenderal AS dan berasal dari Kansas, menyarankan Azrul untuk menonton serial komedi Ted Lasso. "Kamu harus nonton Ted Lasso. Kamu pasti suka. Dia sangat-sangat Kansas. Dia pelatih sepak bola dan ceritanya di seputar klub sepak bola. Sangat-sangat cocok buat kamu," begitu kira-kira ucapan temannya.

Entah mengapa, Azrul baru sempat menonton serial tersebut beberapa bulan terakhir ini. Dalam waktu singkat, dia berhasil menuntaskan semua tiga musimnya, dengan total 34 episode. "Saya paling sering menyempatkan nonton sebelum tidur atau saat bengong di pesawat," tulis Azrul dalam catatan pribadinya.

Menonton Ted Lasso memberikan pengalaman emosional yang mendalam bagi Azrul. "Wow! Saya benar-benar terhenyak. Ini katanya serial komedi, tapi saya jadi lebih banyak menangis terharu daripada tertawa. Kadang malah menangis sambil tertawa bersamaan," ungkapnya. Tiga musim serial ini menyuguhkan tiga arc cerita yang sempurna: perkenalan dan kesulitan awal, kekecewaan berat dan tantangan, serta penebusan dan kemenangan. Bagi Azrul, ending serial ini sangat sempurna dan tidak perlu ada sekuel lagi.

Namun, yang paling berkesan bagi Azrul adalah filosofi "The Lasso Way". Ted Lasso, karakter utama serial ini, adalah pelatih American Football dari Kansas yang secara mengejutkan direkrut untuk melatih klub sepak bola Premier League, AFC Richmond. Meskipun awalnya direkrut untuk gagal oleh pemilik klub, Rebecca, yang ingin menghancurkan klub demi balas dendam kepada mantan suaminya, Lasso menghadapi situasi tersebut dengan sikap positif dan penuh rasa ingin tahu.

Gaya Lasso ini sangatlah "Kansas", seperti yang diingatkan Azrul kepada dirinya sendiri. Salah satu kutipan Lasso yang paling diingat Azrul adalah "Be curious, not judgmental". Dalam Bahasa Indonesia, artinya: "Jadilah orang yang penasaran, bukan orang yang menghakimi". Kutipan ini sangat berkesan bagi Azrul karena mengingatkannya pada wejangan dari ayah angkatnya, John Mohn, saat pertama kali tinggal di Kansas.

John Mohn berkata, "Azrul, tidak ada orang yang jahat. Semua orang itu pada dasarnya baik. Tanpa pengecualian. Hanya pendidikan (dan lingkungan) yang membuat mereka jadi baik atau jahat."

Ted Lasso juga memegang teguh prinsip ini. Meskipun sering dicemooh dan direndahkan, dia tetap tersenyum dan menghadapi semuanya dengan positif. Dalam sebuah adegan ikonik di musim pertama, Lasso menantang pemilik klub lama, Rupert, dalam permainan dart. Melalui monolog yang indah, Lasso menunjukkan bahwa banyak orang yang selalu meremehkannya tanpa benar-benar mengenalnya. "Banyak orang telah meremehkan saya sepanjang hidup saya. Dan, bertahun-tahun saya tidak mengerti mengapa. Dulu itu sangat mengganggu saya. Lalu, pada suatu hari, saat mengantarkan anak saya sekolah, saya melihat kutipan Walt Whitman di dinding. Bunyinya, 'Be curious, not judgmental'. Saya suka sekali itu," kata Lasso.

Azrul merasa bahwa filosofi ini sangat relevan dengan kehidupannya, terutama dalam memimpin Persebaya Surabaya. "Lasso mengajak kita tertawa, mengajak kita menangis, mengajak kita tertawa sambil menangis. Ted Lasso, sang pelatih, mengajak orang-orang di sekelilingnya menjadi lebih baik. Yang semula menolak jadi rekan kerja. Yang semula menghujat jadi sahabat. Yang semula diremehkan menjadi andalan. 'Menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri, di dalam maupun di luar lapangan'," tulis Azrul.

Keputusan Azrul untuk ber-cosplay sebagai Ted Lasso di laga anniversary game Persebaya Surabaya bukan sekadar aksi seru-seruan. Ini adalah bentuk penghormatan dan penerapan filosofi Ted Lasso dalam kepemimpinannya. "Jika semua baik, hasilnya akan baik," tegas Azrul. Filosofi ini sangat relevan bagi klub sepak bola seperti Persebaya Surabaya, di mana kerja sama dan semangat tim sangat penting untuk meraih kesuksesan.

Ted Lasso mungkin hanya karakter fiksi, tetapi pengaruhnya nyata bagi banyak orang, termasuk Azrul Ananda. Melalui kisahnya, kita diingatkan bahwa dalam menghadapi tantangan hidup, sikap positif dan rasa ingin tahu dapat membawa perubahan yang signifikan. Dalam kata-kata Azrul, "Be curious, not judgmental". Filosofi sederhana ini mampu mengubah cara pandang kita terhadap dunia dan membawa kita menuju versi terbaik dari diri kita sendiri.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore