
HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS BUGAR: Arthur Irawan siap memperkuat Persik Kediri pada pertandingan selanjutnya.
JawaPos.com-Pemain Persik Kediri Arthur Irawan memutuskan untuk tidak lagi tampil dalam pertandingan sepak bola dan memilih fokus ke manajemen.
Arthur mengatakan dirinya merasa sudah cukup untuk bertanding secara langsung di lapangan hijau. Bahkan, dirinya tidak berminat untuk menjadi pelatih. Karena itulah di pensiun dini sebagai pemain pada usia 31 tahun.
"Untuk saat ini saya tidak bakal jadi pelatih. Bukan tidak tertarik tapi ada kualitas masin-masing. Saya sudah di sana (lapangan) dan mau fokus ke manajemen daripada pelatih. Cukup di lapangan hijaunya," katanya di Kediri, Kamis.
Ia mengatakan, keputusan untuk tidak "merumput" lagi itu sudah dipikirkannya masak-masak, bahkan dirinya sudah bilang hingga ke manajemen bahwa ini adalah musim terakhir baginya di lapangan.
"Keputusan ini sudah saya ambil sejak awal musim. Saya ingat hari pertama bilang ke rekan dan tim official, tahun ini musim terakhir saya," katanya.
Menurut dia, sepak bola juga perlu regenerasi, sehingga diperlukan sosok-sosok baru untuk menjadikan tim lebih baik ke depannya.
"Saya merasa sudah cukup saat fight di lapangan jadi kapten tim ini waktunya angin baru, makanya dari awal musim (Juni 2023) Yusuf Meilana dan Bayu Otto jadi Wakil Kapten Persik Kediri. Di bola, ada waktunya regenerasi," ujar dia.
Ia juga mengaku banyak pemain muda yang juga lebih layak di lapangan dan mereka siap. Untuk itu, hal tersebut menjadi salah satu keputusan untuk dirinya fokus ke manajemen.
Soal mendapatkan tempat di mana di bagian manajemen, dirinya juga belum tahu.
"Saya belum berpikir di posisi apa di manajemen. Yang pasti saya mendampingi tim dan bantu manajemen semaksimal mungkin," ujar dia.
Dirinya mengaku saat datang pertama kali ke Persik Kediri sampai sekarang, tujuan dirinya tidak pernah individual melainkan selalu untuk tim.
Ia juga berterimakasih kepada dukungan Persikmania, suporter pendukung Persik Kediri. Tanpa mereka ia juga bukan apa-apa.
Ia menambahkan banyak kenangan saat sama-sama masih bertanding di lapangan, rasa sedih, bahagia bercampur.
"Saya main bola 13 tahun, profesional dan masih di Persik Kediri. Saya bersyukur dengan apa yang diberikan klub pada saya, masyarakat Kediri, Persikmania yang luar biasa dari pertama sampai akhir ini. Fokus pertandingan, sakit, kecewa tidak dapat poin. Tidak menang. Masih belum sempurna, banyak pekerjaan rumah," kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
