
Agung Setyabudi (tiga dari kanan) saat masih membela Persebaya Surabaya.
Agung Setyabudi merupakan salah satu bek kanan legendaris Indonesia selain Anang Ma'ruf. Tapi siapa sangka, dia mempunyai masa kelam saat membela Persebaya
Sidiq Prasetyo, Surabaya
AJI Santoso dikenal sebagai bek kiri legendaris Indonesia. Tapi di bek kanan, ada dua nama yang layak masuk status seperti Aji yakni Anang Ma'ruf dan Agung Setyabudi.
Bahkan, Agung mempunyai sedikit nilai plus dibandingkan Anang. Bocah Solo, Jawa Tengah, itu pernah dipercaya sebagai kapten Tim Nasional Indonesia.
"Saya dua tahun di Timnas Indonesia 2002-2004" kata Agung kepada JawaPos.com.
Agung bergabung dengan Persebaya atas ajakan salah satu petinggi di manajemen. Apalagi, dia tak mau bermain di klub lamanya, PSIS Semarang, terdegradasi. Padahal di musim sebelumnya, 1999, Laskar Mahesa Jenar
Menariknya, status sebagai pemain nasional sekaligus kapten itu didapat saat dia meninggalkan Persebaya. Ketika itu, di putaran II musim 2002, Agung memilih pergi dari Green Force, julukan Persebaya.
"Saat masuk ke Persebaya 2001, saya belum menjadi pemain nasional. Ketika saya datang, pelatih Persebaya Om Rudy (Keeltjes)," jelas Agung yang menutup salam jika bertemu dengan mantan pelatihnya itu.
Di era Rudy, posisi Agung sebagai bek kanan tak tergantikan. Dengan skill yang dimiliki, susah menggeser posisi pemain yang pernah digembleng di program PSSI Garuda II itu.
Hanya, di musim itu, Persebaya gagal menjadi juara. Langkah Agung dkk terhenti di semifinal setelah dikalahkan Persija di babak semifinal dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 4 Oktober 2001.
Dengan permainan yang dinilai konsisten dan memberikan kontribusi besar, Agung dipertahankan oleh manajemen Persebaya. Hanya di musim 2002, Persebaya tak lagi ditangani pelatih yang dihormatinya sampai sekarang, Rudy Keeltjes. Posisi digantikan Sinyo Hartono. Hanya menjelang kompetisi Divisi Utama digulirkan, dia meninggal dan digantikan Rusdy Bahalwan.
"Strategi pelatih sepertinya tidak berkenan dengan saya," jelas Agung yang juga ada faktor nonteknis yang tak mau ditulis.
Ini membuat Agung gerah. Dia pun memutuskan mundur dari Persebaya.
"Pelatih juga mengizinkan karena tidak menginginkan saya. Keputusan yang membuat sedih karena sebenarnya saya senang banget bisa bermain di klub besar seperti Persebaya," ujar Agung.
Selain itu, bermain di depan pendukung Persebaya atau sering disebut Bonek membuatnya selalu tampil habis-habisan. Bahkan, sampai sekarang, Agung tak pernah lupa dengan dukungan yang diberikan mereka.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
