
LEGENDA: Almarhum Aries Sainyakit jadi salah satu bagian penting Persebaya Surabaya juara di era Perserikatan musim 1987/1988. (YouTube Omah Balbalan)
JawaPos.com — Ketika Persebaya Surabaya meraih kejayaan pada 1988 dengan memenangkan trofi juara Perserikatan, nama almarhum Aries Sainyakit menjadi salah satu yang tak terlupakan dalam kisah kejayaan itu. Namun, di balik gemerlapnya kesuksesan, tersembunyi cerita yang mengharukan tentang kepergian Aries dari klub yang dicintainya.
Aries Sainyakit adalah seorang mantan pemain sepak bola yang pernah membela tim nasional, Persebaya Surabaya, dan PSA Ambon. Legenda itu telah meninggal karena penyakit pada Jumat, 18 September 2021.
Meski telah meninggal dunia, namun memori indah perjuangan Aries Sainyakit pada 27 Maret 1988 masih tersimpan rapi, tepatnya ketika Persebaya Surabaya merayakan kemenangan gemilang mereka di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-2 dalam laga final. Kemenangan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi warga Surabaya, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi klub Green Force.
Dalam channel Youtube Omah Balbalan kala itu, Aries Sainyakit semasa masih hidup mengungkapkan perasaan bangganya menjadi bagian dari sukses Persebaya Surabaya. Selain sudah mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan PDAM Surabaya, nama pria asal Ambon ini menghiasi halaman berita media cetak lokal dan nasional, hingga akhirnya dia pun menjadi terkenal.
"Atmosfer sepak bola Surabaya berbeda dengan kota lainnya di Indonesia. Sukses bersama Persebaya membuat saya dan pemain lainnya kerap mendapat perlakuan istimewa dari warga Surabaya yang juga pendukung Persebaya," kenang Aries Sainyakit kala itu.
Bagi Aries Sainyakit, menjadi bagian dari tim yang meraih kemenangan tersebut adalah suatu kehormatan besar. Namun, kebahagiaannya tidak berlangsung lama.
Tak lama setelah merayakan kemenangan, dalam channel Youtube Omah Balbalan, Aries Sainyakit menjelaskan telah mendapat tawaran mengejutkan dari manajer Persebaya Surabaya, Agil H Ali. Manajer tersebut menyampaikan keinginan dari klub BPD Jateng, pesaing Persebaya Surabaya dalam Liga Sepak Bola Utama (Galatama), untuk merekrut Aries Sainyakit dan rekan setimnya, Yongki Kastanya. Meskipun terkejut dan bingung, Aries Sainyakit dipanggil untuk menemui perwakilan dari BPD Jateng di sebuah hotel di Surabaya.
Proses negosiasi berjalan cepat, dan akhirnya Aries Sainyakit menerima tawaran tersebut. Meskipun merasa berat meninggalkan Persebaya Surabaya, Aries Sainyakit menyadari bahwa keputusan ini bukanlah hal yang mudah baginya. Namun, dengan restu dari pemilik Assyabaab, M. Barmen, Aries Sainyakit dan Yongki Kastanya akhirnya meninggalkan Persebaya untuk bergabung dengan BPD Jateng.
"Saya kaget juga dan menyerahkan sepenuhnya kepada om Barmen (M. Barmen, pemilik Assyabaab). Terus terang, saya berat meninggalkan Persebaya saat itu," ungkap Aries Sainyakit kala itu.
Kepergian Aries Sainyakit dari Persebaya Surabaya tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi klub dan para penggemar, tetapi juga membawa misi perdamaian antara suporter Persebaya Surabaya dan warga Semarang yang masih terluka akibat insiden kontroversial pada musim sebelumnya. Insiden di mana Persebaya sengaja kalah dengan skor 0-12 melawan PSIS Semarang, telah menimbulkan kebencian dan ketegangan di antara kedua belah pihak.
Meskipun meninggalkan Persebaya, Aries Sainyakit tetap diingat sebagai salah satu legenda klub yang memiliki dedikasi dan semangat yang luar biasa. Kisahnya menginspirasi dan mengajarkan bahwa kadang-kadang, keputusan yang sulit harus diambil demi kebaikan yang lebih besar. Namanya akan selalu terukir dalam sejarah Persebaya Surabaya, sebagai sosok yang rela mengorbankan segalanya untuk misi yang dianggapnya penting bagi kehidupan dan persatuan suporter sepak bola di Indonesia.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
